Yang Paling Mungkin Diracun

Meninggalnya Munir

Yang Paling Mungkin Diracun

- detikNews
Jumat, 12 Nov 2004 11:01 WIB
Jakarta - Ada tiga kemungkinan asal usul arsenicum masuk dalam tubuh Munir: dimasukkan sendiri, tidak sengaja, atau dilakukan orang lain. Kemungkinan ketiga paling besar.Seorang dokter Indonesia yang sedang belajar di Jepang, mengingatkan detikcom agar tidak terburu-buru menyimpulkan, bahwa berdasarkan hasil otopsi, Munir meninggal karena diracun. Dokter bernama Tonang D Ardyanto mengirim email ke redaksi@staff.detik.com setelah membaca berita tentang kematian Munir."Dalam etika dan hukum kedokteran yang saya ketahui, hasil otopsi TIDAK akan mencantumkan apakah seseorang itu 'diracun'. Hasil otopsi hanya akan menyebutkan ditemukannya kadar suatu zat dalam dosis/takaran tertentu dengan menyertakan kemungkinan efeknya termasuk menyebutnya sebagai causa of mortem, penyebab kematian," tulis Tonang.Soal apakah masuknya zat tersebut karena 'diracun' (yang berarti ada unsur kesengajaan dan maksud jahat), ataupun 'keracunan' dalam pengertian tidak ada unsur kesengajaan, itu sudah diluar kapasitas dokter forensik. "Meskipun dia bisa menyatakan pendapat ahlinya soal itu, tetapi tidak untuk memastikannya karena itu sudah masuk wewenang polisi/penyidik untuk membuat kesimpulan," tegas Tonang.Memang, sebab-sebab kematian Munir hingga kini belum ada kepastiannya. Hasil otopisi yang dilakukan Nederlands Forensisch Instituut (NFI), hingga kini belum sampai di tangan keluarga Munir. Meski hasil forensik itu sudah dikirimkan ke Deplu, namun Deplu hanya meneruskan ke Mabes Polri yang dianggap lebih berwenang. Apa yang akan dilakukan Mabes Polri juga belum jelas.Meski demikian, koran Belanda telah mewartakan soal adanya zat arsenicum dengan dosis yang mematikan dalam tubuh Munir. Inilah yang menyebabkan koran NRC Handelsblad mewartakan bahwa Munir meninggal diracun. Berita ini yang kemudian dikutip detikcom.Jika benar bahwa ada zat arsenicum dengan dosis yang mematikan, maka bisa dipastikan Munir meninggal karena zat tersebut. Pertanyaannya adalah mengapa zat itu sampai berada dalam tubuh Munir? Jawabannya ada tiga kemungkinan.Pertama, zat arsenicum dengan sengaja dimasukkan atau ditelan Munir sendiri. Artinya Munir berniat bunuh diri. Ini kemungkinan paling kecil, jika dilihat daya hidup Munir luar biasa, bahkan melampaui orang rata-rata. Munir pun dikenal sebagai sosok yang 'urat takutnya' sudah putus sehingga komitmen dan dedikasinya untuk penegakan hak asasi manusia luar biasa. Lagi pula jika mau bunuh diri, mengapa mesti di dalam pesawat perjalanan Jakarta ke Amsterdam?Kesaksian awak pesawat Garuda yang ditumpanginya juga menunjukkan bahwa kemungkinan Munir bunuh diri sangat kecil. Sebab, sebelum ajal datang Munir berkali-kali keluar masuk toilet karena kesakitan.Kedua, Munir keracunan zat arsenicum. Itu artinya zat mematikan tersebut masuk ke tubuh Munir dengan tidak sengaja. Bisa saja makanan atau minuman yang disediakan di pesawat mengandung arsenicum. Tetapi kalau itu yang terjadi, mestinya yang terkena tidak hanya Munir.Atau ketika transit di Singapura, Munir sempat makan atau minum yang mengandung arsenicum. Jika makanan atau minuman yang ditelan Munir itu diambil atau dibeli dari restoran atau minimarket, sekali lagi tentu korbannya bukan hanya Munir. Tetapi jika makanan atau minuman itu khusus tersedia buat Munir, maka yang terjadi adalah kemungkinan ketiga.Kemungkinan ketiga, tak lain adalah Munir diracun. Sengaja diracun oleh pihak lain. Bagaimana caranya, ya itu tadi, dengan memasukkan zat arsenicum ke dalam makanan atau minuman yang secara khusus dan pasti akan ditelan Munir. Pertanyaannya kan tinggal kapan dan di mana itu terjadi, lalu siapa yang melakukan.Dari kemungkinan-kemungkinan itulah bisa dimengerti bila Koran Belanda NRC Handelsblad mewartakan bahwa Munir meninggal karena diracun dengan zat arsenicum. Berita ini yang dikutip detikcom. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads