Salah satu saksi, Bakri (50) mengatakan, peristiwa terjadi sekitar pukul 14.50 WIB. Saat itu ia sedang melakukan pekerjaannya sebagai tukang tambal ban, tiba-tiba ia didatangi seorang anak laki-laki yang berteriak temannya hilang.
"Tolong, pak, koncoku ilang, pak. Tadi ada anak yang teriak seperti itu, saya langsung lari tapi anak yang dimaksud sudah tenggelam. Saya langsung nyuruh anak yang teriak tadi lapor Pak RT dan bilang ke orang tuanya," kata Bakri kepada Detikcom di dekat lokasi kejadian, Jalan Kaligawe Semarang, Selasa (5/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak sekali warga yang mencari sampai jalannya macet karena banyak juga yang melihat. Polisi dan tim SAR datang sudah dibawa ke rumah korbannya," tandasnya.
Jenasah korban kemudian dibawa ke rumah duka tidak jauh dari lokasi tepatnya di Cimanuk Raya nomor 25 RT 04 RW 02, Mlatiharjo, Semarang Timur. Salah satu warga sekitar, Andri Kristiawan (15), sudah sejak tiga hari terakhir korban dan teman-temannya bermain di sungai tersebut menggunakan styrofoam bekas lemari es.
"Renang pakai pelampung dari styrofoam, sudah tiga hari terakhir ini," tandasnya.
Hal itu dibenarkan oleh Kanit Reskrim Polsek Gayamsari, AKP Harto. Ia mengatakan korban terpeleset saat menaiki styrofoam yang digunakannya sebagai pelampung.
"Begitu jatuh dan masuk ke air, anak tersebut tidak muncul lagi ke permukaan, dia tidak bisa berenang," pungkas Harto.
(alg/gah)










































