Begini Umat Islam di China Merayakan Idul Adha

Kehidupan Muslim di Negeri Komunis

Begini Umat Islam di China Merayakan Idul Adha

- detikNews
Senin, 04 Nov 2013 16:09 WIB
Aktivitas umat Islam di jalan Minzu Zhengzhou, China. (Foto - Erwindar/detikcom)
Jakarta - Bangunan di ujung jalan Minzu, kota tua di Zhengzhou Provinsi Henan China itu terlihat berbeda dengan gedung di sekitarnya. Bangunan yang mirip rumah toko tiga lantai tersebut memiliki sebuah menara dengan kubah kecil di atasnya.

Menara itu lah yang menjadi salah satu penanda, bahwa bangunan tersebut adalah sebuah masjid. Sehingga tak sulit menemukan masjid itu di tengah kota Zhengzhou yang telah dipenuhi bangunan apartemen dan pusat perbelanjaan.

Pada Sabtu petang (26/10) pekan lalu sejumlah ibu berkerudung, dan pria berkopiah mampir ke masjid yang bernama Masjid Xiao Lao itu untuk menunaikan sholat Maghrib.

β€œLetak masjid ini di pusat kota, dekat dengan stasiun kereta, dan pusat perbelanjaan. Sehingga jamaah selalu ramai, dan nama masjid cepat terkenal,” kata Habibulah Ibnu Huda (39 tahun) salah satu pengurus masjid.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Habib, Masjid Xiao Lao dibangun sekitar tahun 1950-an. Saat itu bangunannya hanya sederhana dan terdiri dari dua lantai. Sejak tahun tersebut kawasan kota tua Zhengzhou memang dikenal sebagai wilayah yang dihuni oleh komunitas muslim dari etnis Hui.

Selain rumah-rumah penduduk juga ada area pemakaman khusus untuk umat Islam. Namun sejak beberapa tahun lalu area makam tersebut direlokasi ke luar kota. Bekas area makam kini digunakan sebagai pemukiman penduduk, dan pusat perdagangan.

Pada tahun 1973 Masjid Xiao Lao direnovasi secara besar-besaran. Jumlah lantai ditambah menjadia tiga, serta ada bangunan pendukung di sebelah kanan dan kiri masjid.

Kini masjid tak lagi hanya digunakan sebagai tempat sholat, namun juga memiliki beberapa ruang kelas untuk belajar ilmu agama Islam. Ada juga ruangan untuk tempat tinggal sekitar 20 orang pengurus masjid, dan asrama bagi siswa yang sedang belajar agama dan bahasa Arab.

Sementara bangunan di kanan dan kiri masjid dimanfaatkan sebagai area komersiil. Antara lain digunakan untuk membuka restoran halal, toko buku, serta toko perlengkapan busana muslim.

Meski umat Islam di Zhengzhou adalah minoritas, namun mereka bisa tenang dalam menjalankan ibadah. Berbagai kegiatan keagamaan maupun saat renovasi bangunan masjid tak pernah mendapat pertentangan dari masyarakat sekitar. Termasuk saat umat Islam menggunakan sebagian jalan untuk pelaksanaan sholat Idul Adha.

β€œSaat Idul Adha kemarin, separuh jalan Minzu ini dimanfaatkan untuk sholat dan memotong hewan kurban,” kata Habib.

Di Zhengzhou diperkirakan ada sekitar belasan ribu umat muslim yang umumnya merupakan etnis Hui. Angka tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Zhengzhou yang mencapai 8 juta jiwa.

Toh meski minoritas, umat Islam di Zhengzhou bisa leluasa dan khusyuk dalam menjalankan ibadahnya.


(erd/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads