Menara itu lah yang menjadi salah satu penanda, bahwa bangunan tersebut adalah sebuah masjid. Sehingga tak sulit menemukan masjid itu di tengah kota Zhengzhou yang telah dipenuhi bangunan apartemen dan pusat perbelanjaan.
Pada Sabtu petang (26/10) pekan lalu sejumlah ibu berkerudung, dan pria berkopiah mampir ke masjid yang bernama Masjid Xiao Lao itu untuk menunaikan sholat Maghrib.
βLetak masjid ini di pusat kota, dekat dengan stasiun kereta, dan pusat perbelanjaan. Sehingga jamaah selalu ramai, dan nama masjid cepat terkenal,β kata Habibulah Ibnu Huda (39 tahun) salah satu pengurus masjid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain rumah-rumah penduduk juga ada area pemakaman khusus untuk umat Islam. Namun sejak beberapa tahun lalu area makam tersebut direlokasi ke luar kota. Bekas area makam kini digunakan sebagai pemukiman penduduk, dan pusat perdagangan.
Pada tahun 1973 Masjid Xiao Lao direnovasi secara besar-besaran. Jumlah lantai ditambah menjadia tiga, serta ada bangunan pendukung di sebelah kanan dan kiri masjid.
Kini masjid tak lagi hanya digunakan sebagai tempat sholat, namun juga memiliki beberapa ruang kelas untuk belajar ilmu agama Islam. Ada juga ruangan untuk tempat tinggal sekitar 20 orang pengurus masjid, dan asrama bagi siswa yang sedang belajar agama dan bahasa Arab.
Sementara bangunan di kanan dan kiri masjid dimanfaatkan sebagai area komersiil. Antara lain digunakan untuk membuka restoran halal, toko buku, serta toko perlengkapan busana muslim.
Meski umat Islam di Zhengzhou adalah minoritas, namun mereka bisa tenang dalam menjalankan ibadah. Berbagai kegiatan keagamaan maupun saat renovasi bangunan masjid tak pernah mendapat pertentangan dari masyarakat sekitar. Termasuk saat umat Islam menggunakan sebagian jalan untuk pelaksanaan sholat Idul Adha.
βSaat Idul Adha kemarin, separuh jalan Minzu ini dimanfaatkan untuk sholat dan memotong hewan kurban,β kata Habib.
Di Zhengzhou diperkirakan ada sekitar belasan ribu umat muslim yang umumnya merupakan etnis Hui. Angka tersebut relatif kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Zhengzhou yang mencapai 8 juta jiwa.
Toh meski minoritas, umat Islam di Zhengzhou bisa leluasa dan khusyuk dalam menjalankan ibadahnya.
(erd/erd)