"Ruhut itu yang diomongin berseberangan dengan prinsip politik santun, jadi ya nggak pantas dan sudah benar (merusak)," kata Mubarok, Senin (4/11/2013).
Ruhut menurut Mubarok selalu membawa-bawa nama Ketum PD SBY. Kadang-kadang malah membuat SBY jadi serba tak enak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mubarok lebih suka melihat manuver Ruhut layaknya sinetron. Ruhut memang pernah membintangi sinetron sebagai Poltak, raja minyak dari Taruntung.
"Ya begitulah Ruhut, itu sinetron politik, yang mengomentari ya penonton," katanya.
Tapi sinetron politik Ruhut juga merugikan dirinya sendiri. Misalnya kegagalan Ruhut jadi ketua Komisi III.
"Saya sudah tahu banyak yang nolak. Politik itu kan musik, ada melodi, ritme, dan harmoni. Nah Ruhut ini tidak mengikuti ritme, jadi tidak harmoni," simpulnya.
(van/nrl)











































