"Untuk indikasi perkosaan tidak ada," ujar Kasat Reskrim Polres Kabupaten Bogor, AKP Didik Purwanto di Rumah Sakit Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (4/11/2013).
Mayat tersebut juga belum dapat dipastikan sebagai korban perampokan. Sebab menurut Didik, tidak ada perhiasan korban yang hilang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menduga korban sengaja dibuang dan ditenggelamkan di kali Cinyurup dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Dugaan itu dilihat dari temuan 2 karung berisi batu sebagai pemberat koper.
Didik juga mengatakan, berdasarkan ciri pakaian yang melekat, korban diduga adalah ibu rumah tangga.
"Bisa jadi seperti itu, kemungkinan tersebut terlihat dari ciri pakaian," kata Didik.
Sebab dilihat dari jenis baju yang dikenakan berupa daster, menurut Didik, korban bukan dari keluarga menengah atas. Penampilan seperti itu lazim digunakan ibu rumah tangga. Dari hasil autopsi, korban diketahui memakai daster bermotif bunga-bunga. Usia korban diperkirakan berumur 35 tahun keatas.
"Kalau sudah terungkap identitasnya kita bisa lebih mudah lakukan penyelidikan," imbuhnya.
Oleh karena itu, pihaknya mengerahkan seluruh anggotanya agar kasus tersebut cepat terungkap.
"Kemarin kita juga lakukan penyisiran di lokasi kejadian dengan bantuan unit jatanras Polda Jabar," ungkapnya.
Didik juga meluruskan pernyataan Kanit Reskrim Gunungsindur, AKP Budi Santoso sebelumnya yang menduga korban keturunan Tionghoa.
"Belum bisa kita pastikan apakah korban warga keturunan atau tidak. Semua dalam proses penyelidikan," tandasnya.
(edo/rmd)










































