"Dalam kesempatan tersebut saya memberikan contoh AD/ART Partai Demokrat tentang bagaimana cara berkomunikasi politik yang bersih, santun, dan cerdas," kata TB Silalahi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (3/11/2013) malam.
Dalam diskusi bedah buku: "Gusdurku, Gusdurmu, Gusdur Kita", TB Silalahi mempresentasikan 3 prinsip gaya komunikasi yang dipraktikan ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono."Dalam slide presentasi, saya memberi contoh gambar, bagaimana sikap tubuh Pak SBY sebagai ketum maupun sebagai presiden menunjukan sikap politik yang baik tersebut," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena kita hidup di komunitas yang mayoritas Jawa pada khsusunya dan indonesia pada umumnya, gaya komunikasi seperti itu dinilai kurang santun dan ini malah memuat citra partai Demokrat kurang baik," jelas TB menanggapi jawaban Ruhut dalam klarifikasi di Komwas.
TB membantah menyinggung insiden di Batam antara Ruhut dengan anggota Ormas PPI besutan Anas Urbaningrum dalam talkshow televisi swasta beberapa waktu lalu. "Saya sama sekali tidak mengetahui adanya kejadian di Batam itu," kata dia.
Ruhut sebelumnya menanggapi kritik dari TB Silalahi. Dia meminta TB tidak mengomentari gaya bicaranya.
"Saya nasihati TB Silalahi, jangan coba-coba komentari saya. Jangan ubah gaya saya, Ruhut adalah Ruhut," ujarnya saat dihubungi detikcom, Minggu (3/11).
Ruhut menyesalkan pernyataan TB Silalahi yang menyebut dirinya merusak citra Demokrat lantaran gaya bicara yang emosional dan nyeleneh. Ruhut juga disebut terlibat ketegangan dengan anggota ormas PPI dalam sebuah acara talkshow televisi swasta beberapa waktu lalu.
"Saya sedih orang tua seperti TB Silalahi ngomong tanpa tahu apa yang diomongkan. Harusnya dia tahu dulu fakta terkait kejadian di Batam," kata dia.
Ruhut menegaskan dirinya tidak memulai keributan saat terjadi diskusi yang juga menghadirkan perwakilan anggota PPI, ormas besutan Anas Urbaningrum. Dalam diskusi yang kebanyakan dihadiri para pengacara itu, Ruhut mengaku tengah membela ketua umum partainya, Susilo Bambang Yudhoyono.
"Kok malah dibilang saya bikin kekacauan? Salahkah saya mengingatkan Anas soal janjinya digantung di Monas kalau terbukti korupsi seperak pun?" beber Ruhut.
(fdn/ahy)











































