"Mungkin juga (banyak transasksi mencurigakan di Kemenkeu) karena 80 persen pendapatan negara ada di situ kan ya," ujar Irjen Kemenkeu, Sonny Loho di Kantor Kementerian Keuangan, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (1/11/2013).
Sonny mengakui selama ini tawaran suap dari pihak eksternal kepada pegawai kemenkeu cukup kuat. Sehingga pegawainya harus membentengi diri, karena tawaran tersebut dapat masuk ke siapa saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya mengaku telah memproses 112 pegawainya yang terlibat dalam transaksi mencurigakan. Dari temuan PPATK ada 112 pegawai tersebut terlibat dalam 95 transaksi mencurigakan sejak tahun 2007.
"Ini makanya kita coba sistem integritasnya pakai psikolog sekarang, punya bakat bener atau nggak bener," terangnya.
Ia berharap sistem tersebut dapat memberangus tindak pidana korupsi di kemenkeu. "Kita terus berusaha, sudah ada yang insaf, tak mau lagi," tandasnya.
Sebelumnya Bareskrim Polri menangkap Heru Sulastyono, pejabat eselon III Ditjen Bea dan Cukai pada Selasa (29/10) karena diduga terlibat kasus suap dan pencucian uang. Selain Heru, Bareskrim Polri juga menangkap Yusran Arif, pengusaha yang bergerak di bidang jasa ekspor-impor dan pemilik PT Tanjung Jati Utama.
(kff/ega)










































