Kemenkeu Akui Banyak Transaksi Mencurigakan yang Libatkan Pegawainya

Kemenkeu Akui Banyak Transaksi Mencurigakan yang Libatkan Pegawainya

Dewi Rachmat Kusuma - detikNews
Jumat, 01 Nov 2013 21:43 WIB
Jakarta - Kementerian Keuangan mengakui kemungkinan banyaknya kasus mencurigakan yang melibatkan pegawainya. Sebab pekerjaan di kementerian tersebut selalu berhubungan dengan uang.

"Mungkin juga (banyak transasksi mencurigakan di Kemenkeu) karena 80 persen pendapatan negara ada di situ kan ya," ujar Irjen Kemenkeu, Sonny Loho di Kantor Kementerian Keuangan, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (1/11/2013).

Sonny mengakui selama ini tawaran suap dari pihak eksternal kepada pegawai kemenkeu cukup kuat. Sehingga pegawainya harus membentengi diri, karena tawaran tersebut dapat masuk ke siapa saja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pegawai bener ataupun nggak bener, orang luar tetep ngiming-ngimingin. Siapa sih yang nggak mau terima duit bermilyar-milyar gitu," katanya.

Pihaknya mengaku telah memproses 112 pegawainya yang terlibat dalam transaksi mencurigakan. Dari temuan PPATK ada 112 pegawai tersebut terlibat dalam 95 transaksi mencurigakan sejak tahun 2007.

"Ini makanya kita coba sistem integritasnya pakai psikolog sekarang, punya bakat bener atau nggak bener," terangnya.

Ia berharap sistem tersebut dapat memberangus tindak pidana korupsi di kemenkeu. "Kita terus berusaha, sudah ada yang insaf, tak mau lagi," tandasnya.

Sebelumnya Bareskrim Polri menangkap Heru Sulastyono, pejabat eselon III Ditjen Bea dan Cukai pada Selasa (29/10) karena diduga terlibat kasus suap dan pencucian uang. Selain Heru, Bareskrim Polri juga menangkap Yusran Arif, pengusaha yang bergerak di bidang jasa ekspor-impor dan pemilik PT Tanjung Jati Utama.




(kff/ega)


Berita Terkait