Kasat Reskrim Polres Bekasi Kabupaten Kompol Dedy Murti saat dikonfirmasi, membenarkan adanya penangkapan tersebut.
"Ya, benar (anggota ormas). Lima orang sudah kita amankan dan sedang didalami peran-perannya," ujar Dedy Murti saat dihubungi detikcom, Jumat (1/11/2013).
Lima orang yang ditangkap ini, masing-masing berinisial G alias Rembong, M, E, IS dan T. Kelimanya saat ini masih diperiksa intensif aparat kepolisian Bekasi Kabupaten.
Dedy mengatakan, kelima orang ini terindikasi berada di radius 5 meter di depan lokasi kejadian.
Dedy melanjutkan, terkait bentrokan massa buruh dengan ormas kemarin, korban luka tidak hanya dari pihak buruh.
"Dari pihak ormas juga ada dan kita imbau kepada masyarakat atau ormas apabila ada korban yang luka untuk melaporkan ke pihak kami," jelas Dedy.
Untuk diketahui, massa buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) terlibat baku hantam dengan ormas Pemuda Pancasila. Bentrokan dipicu kehadiran ormas PP yang berupaya menghadang massa buruh yang hendak melakukan aksi unjuk rasa.
Bentrokan ini mengakibatkan sejumlah orang dari buruh, masyarakat dan ormas mengalami luka-luka. Dua orang buruh dilaporkan mengalami luka bacok dalam peristiwa tersebut.
Bentrokan terjadi di depan PT Abacus, yang mengakibatkan 5 orang terluka dan saat ini masih dirawat di RS Hosana Lippo. Kelimanya yakni dua sekuriti PT Abacus bernama Joko Triono (45) sekuriti Abacus mengalami luka pada bibir dan Subandi (32) mengalami luka bacok di kepala belakang, dua orang karyawan PT Abacus bernama Imron (20), Ade (25) luka karena diinjak-injak dan karyawan PT Gangsa Delta Silikon I, Karma (34) mengalami luka bacok di punggung belakang.
(mei/lh)











































