Presiden SBY: Peran Pers dalam Pendidikan Masih Kurang

Presiden SBY: Peran Pers dalam Pendidikan Masih Kurang

Rivki - detikNews
Jumat, 01 Nov 2013 19:06 WIB
Jakarta - Selama 9 tahun memimpin Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai peran media sudah cukup positif dalam menjalankan fungsinya sebagai kontrol pemerintahan. Namun masih ada satu peran yang kurang optimal dijalankan media, yakni sebagai medium pendidikan.

"Yang kurang menurut saya peran pers dalam pendidikan. Pendidikan dalam arti luas, pendidikan politik, pendidikan demokrasi, pendidikan kewarganegaraan. Memang kurang menarik dibanding mengontrol, mengkritisi, padahal dua-duanya diperlukan," ucap Presiden SBY di hadapan siswa Lemhanas di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Jumat (1/11/2013).

SBY mengatakan sejak 15 tahun reformasi pers sudah memberikan andil besar dalam mengontrol pemerintah. Menurut SBY, peran media massa sangat positif dalam era demokrasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Media perannya besar. Sejak Indonesia reformasi 15 tahun lalu, kalau saya boleh menilai pers kita memberikan andil yang besar terhadap fungsi kotrol, mengontrol penguasa, mengontrol pemerintah, semuanya. Itu bagus, itu diperlukan dalam kehidupan demokrasi," paparnya.

Dia menjelaskan bagi media yang tidak melaksanakan fungsi kontrolnya maka media itu akan kehilangan momentum. Dia juga berpesan agar kebebasan pers di Indonesia tetap bertanggung jawab.

"Saya titipkan kepada pers Indonesia, bukan untuk kepentingan saya karena sudah mau selesai, tapi untuk kebaikan demokrasi di masa depan, jalankan kedua fungsi itu secara seimbang. Sehingga kehidupan di negeri kita ini memiliki keteraturan, konstitusionalitas dan rule of law. Kebebasan tanpa rule of law akan membahayakan demokrasi," terangnya.

(rvk/rmd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads