Sengkarut Dana Hibah dan Bansos Atut

Ini Daftar Penerima Hibah yang Diduga Terafiliasi dengan Atut

- detikNews
Jumat, 01 Nov 2013 15:11 WIB
Jakarta -
Sejumlah LSM yang peduli terhadap kasus dugaan korupsi di Banten melakukan investigasi terkait para penerima dana hibah dari Gubernur Ratu Atut Chosiyah. Ternyata, ada sejumlah organisasi yang dipimpin oleh dinasti politik Atut. Siapa saja?

Aliansi Independen Peduli Publik (Alip), Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Masyarat Transparansi (Mata) Banten adalah tiga nama LSM yang kasak-kusuk di Banten. Mereka menemukan fakta mengejutkan, mulai dari penerima fiktif, penerima dengan alamat sama, dana yang disunat, hingga dugaan penyelewengan lainnya.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pun menemukan hal serupa. Khususnya, dalam laporan keuangan Provinsi Banten tahun 2011. Total ada Rp 340,4 miliar dana hibah yang dibagikan kepada 221 lembaga atau organisasi. Namun, Sekda Banten Muhadi kemudian meralat jumlahnya belakangan, menjadi 151 organisasi atau lembaga. Sontak saja ini menimbulkan kecurigaan.

"Logikanya sangat sederhana, tidak mungkin organisasi atau lembaga tersebut sudah menerima bantuan, tetapi dalam progress report berikutnya nama-nama lembaga tersebut hilang," kata Uday Syuhada, koordinator Alip.

Nah, khusus untuk organisasi atau lembaga yang menerima dana hibah namun terafiliasi dengan Atut, kalangan LSM mencatat ada 10 kelompok. Jumlah dananya bila dihitung angkanya mencapai puluhan miliar rupiah.

Berikut daftar organisasi dan lembaga tersebut:

1. PMI Provinsi Banten mendapat dana Rp 900 juta. Diketuai adik Atut: Tatu Chasanah.
2. Dewan Kerajinan Daerah Provinsi Banten Rp 750 juta. Diketuai oleh suami Atut: Hikmat Tomet.
3. Dekopinwil Banten mendapat Rp 200 juta. Diketuai adik Atut: Tatu Chasanah.
4. Kegiatan Safari Ramadhan Rp 3,6 miliar. Kegiatan ini diduga diikuti oleh Atut.
5. Karang Taruna Provinsi Banten Rp 1,5 miliar. Diketuai anak Atut: Andhika Hazrumi.
6. KNPI/OKP Provinsi Banten Rp 1,85 miliar. Diketuai adik ipar Atut: Aden Abdul Kholik.
7. Tagana Provinsi Banten Rp 1,75 miliar. Diketuai anak Atut: Andhika Hazrumi.
8. Yayasan Darussholichan Rp 3,5 miliar. Diduga yayasan milik Atut.
9. GP Ansor Kota Tangerang Selatan Rp 400 juta. Diketuai menantu Atut: Tanto W. Arban.
10. HIMPAUDI Rp 3,5 miliar. Dipimpin menantu Atut: Ade Rossi.

Pihak Ratu Atut belum ada yang bisa dimintai konfirmasi perihal penyelidikan ini. Namun adik Atut, Ratu Tatu Chasanah, saat ditemui di BPK beberapa waktu lalu mengatakan, semua normal.

"Dilihat saja di pembukuan organisasinya. Itu kan di sana ada bendahara, ada semua, kita terbuka kok, dilihat aja," kata Wakil Bupati Serang ini.

Menurutnya, semua kegiatan yang digelarnya pun normal. Tak ada kongkalikong dengan pihak Pemprov Banten yang tak lain dipimpin kakaknya sendiri.

"Nggak, nggak, kita normal, seperti PMI itu. Termasuk orang-orangnya yang setiap tahun boleh dari mana saja," tegasnya.


(mad/nrl)