Direktur Dit Tipid Eksus Brigjen Pol Arief Sulistyanto memaparkan, kelompok ini menyasar perusahaan dan rekan kerja perusahaan tersebut. Para pelaku kemudian membobol email kedua belah pihak. Dari korespondensi email, kedua pihak seolah-olah saling berhubungan, padahal mereka melakukan korespondensi bersama para pelaku.
"Sehingga perusahaan A korespondensi dengan perusahaan B, emailnya dibajak. Sehingga seolah-olah yang komunikasi dengan B adalah si A, padahal si pelaku. Begitu juga sebaliknya," papar Arief di Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (31/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Uang dikirm dengan rekening yang telah diubah yang diganti oleh mereka. Korban ada WNI. Dua-duanya jadi korban partner bisnisnya orang Belgia," terangnya.
Sementara para wanita yang ditangkap berperan sebagai pengambil uang ke bank dari rekening yang sebelumnya telah disiapkan.
(ahy/lh)











































