Tinjau Mudik Bikin Macet, Gubernur DKI Minta Maaf
Kamis, 11 Nov 2004 15:17 WIB
Jakarta - Bagaimana rasanya jika ada pejabat lewat? Brrrr... kesalnya! Jalanan ditutup, semua kendaraan disetop, macet tambah menggila. Apalagi jika rombongan pejabatnya panjang sekali, wah tambah bikin jengkel.Begitu juga ketika Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso melakukan kunjungan ke sejumlah kawasan di untuk meninjau persiapan mudik dan lebaran. Dari kantornya di Jl.Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Kamis (11/11/2004), Sutiyoso berangkat dengan diiringi 13 kendaraan, mulai sedan hingga bus. Belum termasuk polisi pembuka jalan. Jumlah rombongan yang sangat banyak.Ada tiga tempat yang hendak dituju Sutiyoso yaitu Pasar Jatinegara, Terminal Pulogadung dan Stasiun KA Pasar Senen. Perjalanan Sutiyoso ke tiga tempat itu lancar karena semua kemacetan dialihkan ke tempat lain. Polisi dengan sirenenya membuat lalu lintas 13 kendaraan rombongan Sutiyoso meluncur dengan sangat lancar. Sementara, sorot mata kesal terlihat di antara para pengendara kendaraan yang lajunya terhalang cukup lama khusus memberi lewat pejabat.Tahu kalau bikin macet, Sutiyoso langsung minta maaf. "Saya minta maaf, ini memang rombongannya besar, Muspida membawa staf-stafnya," katanya setelah kembali ke kantornya, menjawab pertanyaan wartawan bahwa aksinya justru membuat sebagian warga Jakarta kesal. "Tapi saya berjanji akan memperhatikan hal itu agar tidak terjadi lagi," sambung Sutiyoso.Dalam kunjungan itu, Sutiyoso didampingi oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Firman Gani, Ketua DPRD Ade Surapriatna, Kadishub Rustam Effendy, Muspida dan belasan stafnya. Berangkat pukul 10.30 WIB dan pulang pukul 12.30 WIB.Di Pasar Jatinegara, Sutiyoso sempat berdialog dengan pedagang daging sapi impor dan membeli sajadah Rp 25 ribu. Uang untuk membeli alat salat itu diambil dari koceknya sendiri.Sedangkan di Terminal Pulogadung, Sutiyoso berdialog dengan polisi yang bertugas dan menyaksikan tes urine pengemudi bus. Sementara di Pasar Senen, Sutiyoso mengimbau agar para pemudik tidak balik lagi dengan membawa rombongan.
(nrl/)











































