Massa Buruh & Ormas PP Bentrok di Cikarang, Satu Orang Luka Bacok

Massa Buruh & Ormas PP Bentrok di Cikarang, Satu Orang Luka Bacok

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 31 Okt 2013 15:45 WIB
Jakarta - Unjuk rasa buruh di kawasan industri EJIP, Cikarang, diwarnai bentrokan dengan anggota ormas Pemuda Pancasila. Akibat peristiwa ini, delapan orang mengalami luka-luka dan seorang di antaranya terluka bacok.

"Yang luka ada 8 orang, ada yang luka bacok," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (31/10/2013).

Dari 8 orang yang mengalami luka itu, 4 orang di antaranya buruh dan 4 lainnya adalah satpam. Bentrokan ini terjadi saat massa buruh melakukan demo di kawasan PT Schneider dan PT Abacus di kawasan industri EJIP Blok B1/B2, Cikarang Pusat, Bekasi, Kamis 31 Oktober siang tadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mengenai korban luka bacok ini masih diselidiki siapa korban tersebut," ujar Rikwanto.

Demo buruh di kawasan industri EJIP Cikarang, mendapat penolakan dari ormas PP. Ormas menentang aksi pemogokan buruh karena dianggap mematikan sentra perekonomian kecil masyarakat sekitar.

"Masyarakat yang bergabung ini tidak suka dengan demo tersebut, masyarakat yang peduli terhadap investasi. Karena dengan demo tersebut, mereka juga akan kehilangan sentra-sentra ekonomi seperti pengelolaan limbah industri, kost-kostan dan ojek," jelas Rikwanto.

Massa yang tergabung dengan ormas Pemuda Pancasla (PP) kemudian terlibat bentrok dengan massa buruh. Bentrokan ini diwarnai dengan aksi pelemparan batu.

"Mereka saling lempar menggunakan benda-benda yang ada di sana," imbuh Rikwanto.

Massa buruh yang terlibat demo diperkirakan mencapai 15 ribu orang. Sementara dari ormas PP mencapai 500 orang. Pihak kepolisian sudah berhasil mengantisipasi keributan tersebut.

"Sekarang situasi sudah kondusif," ujarnya.

Ia menambahkan, sejauh ini pihaknya belum mengamankan massa yang teribat bentrok ini. "Yang paling utama kita memberikan pertolongan dulu kepada korban," imbuhnya.

(mei/lh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads