Kedubes Palestina Terima Ucapan Belasungkawa Selama 3 Hari

Kedubes Palestina Terima Ucapan Belasungkawa Selama 3 Hari

- detikNews
Kamis, 11 Nov 2004 15:02 WIB
Jakarta - Kedubes Palestina di Indonesia akan mengumumkan secara resmi wafatnya Yasser Arafat. Setelah itu, Kedubes memberi kesempatan kepada pihak-pihak yang ingin menyampaikan belasungkawa selama 3 hari pada pukul 19.00 WIB-21.00 WIB setiap harinya. "Kalaupun setelah 3 hari masih ada pihak yang mengucapkan belasungkawa tetap diterima," ujar Dubes Palestina untuk Indonesia Ribhi Awad ketika ditemui wartawan di Kedubes Palestina, Jl. Diponegoro 59, Jakarta, Kamis (11/11/2004). Awad yang selama wawancara didampingi seorang penerjemah, mengatakan Palestina akan menyelenggarakan pemilihan presiden di Tepi Barat dan Jalur Gaza, 60 hari setelah wafatnya Arafat. Setiap faksi perlawanan Palestina berhak mengajukan calon. "Bangsa Palestina adalah bangsa yang senantiasa sadar dan pasti akan bisa mengatasi cobaan ini. Cobaan ini akan berlalu seperti yang diharapkan karerna pada setiap jiwa rakyat Palestina tertanam kesadaran apa itu arti persatuan," katanya. Dikatakan Awad, wafatnya Arafat merupakan sesuatu yang sangat menyesakkan dada bangsa Palestina, bangsa Arab dan umat Islam yang cinta perdamaian, keadilan, kebebasan dan kemerdekaan. Menurut dia, pihaknya mengetahui kabar Arafat setelah RS Prancis dan Kantor Kepresidenan Palestina mengumumkan hal itu. Jenazah Arafat akan dibawa dari Prancis menuju Mesir untuk disemayamkan. Selanjutnya, jenazah akan diterbangkan ke Ramallah untuk dimakamkan. Hingga kini, Awad belum memperoleh informasi kapan Arafat disemayamkan dan dimakamkan. Gagasan jenazah Arafat disemayamkan di Mesir agar para pemimpin dunia yang datang melayat tidak berada di bawah lindungan Israel. Sebenarnya Arafat ingin dimakamkan di Kompleks Pemakaman Masjid Al-Aqsa, Yerusalem. Namun, Israel tidak mengizinkannya. "Dengan terpaksa, kami memakamkan beliau di Ramallah. Apabila nanti bangsa Palestina merdeka, setelah itu bisa saja jasad Arafat dimakamkan sesuai keinginannya," paparnya. Bagi Awad, Arafat adalah seorang pemimpin sekaligus sahabat karena pernah tinggal satu flat bersama Arafat di Damaskus. Saat itu, ia bertugas sebagai Biro Informasi dan Hubungan Masyarakat. Sedangkan Arafat menjadi Penanggung Jawab Bidang Militer. "Sejujurnya selama 40 tahun bersama Arafat tidak semuanya seiya sekata. Terjadi juga silang pendapat mengenai pandangan dan arah politik. Tapi kami tetap komitmen dengan demokrasi," ungkapnya. (rif/)


Berita Terkait