Anies Baswedan tetap memastikan Indonesia Mengajar berjalan sesuai visi yang diinginkan. Bukan menjadi jalan mulus konvensi capres Partai Demokrat.
"Jangan sampai ada conflict of interest ketika saya di Indonesia mengajar dengan konvensi partai demokrat," ujarnya kepada wartawan usai kuliah umum di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Kamis (31/10/2013).
Ia mengaku, menjabat sebagai ketua Indonesia Mengajar merupakan langkah percontohan bagi para kepala daerah yang maju untuk merebutkan tampuk kepemimpinan tanpa menggunakan fasilitas yang dimiliki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya soal relawan dari gerakan turun tangan yang saat ini sedang gencar mendukungnya?.
Anis menegaskan tak memanfaatkan posisinya untuk penggalangan massa. Jumlah relawan itu sudah menembus angka seribu, walau baru dibentuk dua minggu yang lalu.
"Siapa pun boleh ikut gerakan ini yang pasti saya tidak punya otoritas, saya tidak memanfaatkan jabatan untuk kepentingan kampanye," tegasnya.
Dijadwalkan, Rektor Universitas Paramadina rencananya, menggelar beberapa kegiatan di Malang Raya. Seperti memberikan kuliah umum di aula gedung F Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (UB) dan dilanjut ke Universitas Negeri Malang (UM), Kamis siang.
Malam harinya Anies bertolak ke ponsok pesantren Putri Al Islahiah di Singosari. Esoknya mengunjungi pengrajin tempe Sanan di kota Malang. Menjelang Jumโatan, beliau akan melanjutkan silaturahmi ke Pesantren Darul Hadits di Kota Malang.
(van/van)











































