"Saya pemberontak di munas, saya keluar dari munas. Munas itu sandiwara," kata Andi kepada wartawan usai menghadiri pelantikan hakim agung di Gedung Mahkamah Agung (MA), Jalan Medan Utara, Kamis (31/10/2013).
"Saya sudah 6 tahun menjadi hakim agung tidak dikasih hak suara. Ada pemilihan pengurus dan semuanya," sambung Andi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka jawab 'Bapak tak termasuk utusan'. Lho, Ikahi itu kan organisasi seluruh hakim se-Indonesia. Nah, saya ini hakim agung. Jabatan tertinggi hakim, hakim agung senior. Angkatan kedua (seleksi KY) dan dapat rangking," beber Andi.
Atas jawaban itu, Andi keberatan dan memilih walkout dari sidang. Sebab hal tersebut dinilai bukan bentuk penghargaan terhadap dirinya.
"Ketika pemilihan suara tak ada nama saya. Lho, apa ini? Ini namanya kurang ajar. Kalau gitu saya tinggalkan ruangan. Good bye. Hari terakhir itu, hari Selasa, masih ada dua pertemuan lagi," ujar Andi.
Dalam munas itu, hakim agung Imam Soebchi menjadi ketua umum periode 2013-2016. Dia menggantikan ketua sebelumnya, M Saleh, yang kini jadi Wakil Ketua MA bidang Yudisial. Ikahi merupakan organisasi tunggal hakim seluruh Indonesia.
Β
"Selama ini saya di Ikahi tak ada jabatan. Tahi kucing. Sampah," cetus Andi.
(rvk/asp)











































