ICK Company menawarkan SMS anti sadap ke anggota DPR dan pebisnis. Bagi anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul, anggota DPR yang memakai SMS anti sadap adalah rawan korupsi.
"Berpotensi korupsi. Kalau memang nggak main-main apa-apa ngapain ditutupin, terbuka saja. Mungkin karena banyak bicara ilegal jadi takut," kata Ruhut kepada detikcom, Kamis (31/10/2013).
Urusan korupsi, menurut Ruhut, bukti SMS sangat kuat. Selama ini banyak bukti SMS yang dihadirkan di sidang Tipikor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ruhut sendiri mengaku tak memakai SMS anti sadap. Menurutnya anggota DPR yang bersih tidak perlu khawatir SMS atau teleponnya disadap.
"Saya rasa nggak perlu, terbuka saja," katanya.
Aplikasi software yang diberi nama SMS Guard itu sedang dipamerkan di salah satu sudut keramaian Indocomtech 2013, di Jakarta Convention Center. Melalui aplikasi SMS Guard ini, setiap pesan pendek yang dikirimkan melalui ponsel akan dialihkan ke private server untuk dienkripsi terlebih dulu. Dalam waktu singkat, SMS kemudian dikirimkan kembali dalam bentuk pesan acak ke ponsel penerima dengan metode number masking.
Dijelaskan oleh Arya Mandala Putra, Chief Commercial Officer ICK Company, SMS ini hanya bisa dienkripsi jika penerimanya juga menggunakan aplikasi SMS Guard yang sama. Sebab jika tidak, SMS yang diterima hanya berupa tulisan acak biasa.
"Itu sebabnya, target kami ke segmen komunitas. Mulai dari pebisnis hingga anggota Dewan. Sejauh ini sudah ada seratusan yang menggunakannya sejak kami luncurkan bulan lalu. Mayoritas, 45% di antaranya pakai yang platinum," paparnya.
Jika anda ingin menggunakannya ada 3 paket berlangganan. Yakni silver Rp 130 ribu per bulan untuk 100 SMS dengan tingkat keamanan standar, Gold Rp 650 ribu per bulan untuk 500 SMS dengan tingkat keamanan tinggi, dan Platinum Rp 1,3 juta per bulan dengan tingkat keamanan sangat tinggi.
(van/nrl)











































