Di dalam aksinya, mereka membawa berbagai poster dan spanduk diantaranya bertuliskan, "Naikan Upah Buruh," "BBM Naik, Mana BLSM Untuk Buruh?" "Tolak Iuran BPJS Kesehatan," "Hapus Sistem Kerja Kontrak," dan lain-lain.
Aksi buruh ini diawali dari Taman Parkir Abubakar Ali kemudian jalan melewati Jl Malioboro. Ratusan buruh ini, tidak masuk ke Gedung DPRD DIY dan dilanjutkan di kantor Gubernur DIY di komplek kepatihan Yogyakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika upah buruh di Yogya tidak dinaikan. Patut kita pertanyakan kembali keistimewaan Yogyakarta. Yogya istimewa, jika buruh sejahtera," seru Kirnadi dalam orasinya, Kamis (31/10/2013).
Para buruh menuntut agar upah buruh di DIY naik menjadi rata-rata Rp 2 juta setiap kab/kota. Untuk kota Yogya naik menjadi Rp 2,091,521, Sleman Rp 2,084,542, Bantul Rp 2,067,264, Gunungkidul Rp 1,893,326 dan Kulonprogo menjadi Rp 1,906,029.
Setelah beberapa waktu berorasi didepan DPRD, dan mendengar bahwa semua anggota dewan tidak ada yang masuk. Buruh kecewa dan melanjutkan aksi ke Kepatihan.
"Ternyata hari ini, tidak ada satupun anggota dewan yang masuk. Katanya sedang sibuk kunjungan kerja,"teriak buruh, disambut teriakan ratusan buruh.
(lh/lh)











































