Kecelakaan Lalu Lintas Karena Sopir Bekerja Lebihi Jam Operasi

Kecelakaan Lalu Lintas Karena Sopir Bekerja Lebihi Jam Operasi

- detikNews
Kamis, 11 Nov 2004 14:25 WIB
Jakarta - Kecelakaan lalu lintas umumnya disebabkan sopir angkutan umum yang bekerja melebihi jam operasi. Sementara tingginya curah hujan pada November dan Desember dapat mempengaruhi operasional penyeberangan serta menyebabkan tanah longsor dan banjir. Demikian antara lain permasalahan-permasalahan yang perlu diperhatikan dalam Operasi Ketupat 2004 sebagaimana disampaikan Kababinkam Mabes Polri Komjen Pol Ismerda Lebang dalam teleconference dengan 16 Polda se-Indonesia di hadapan anggota Komisi III DPR.Acara yang digelar di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/11/2004) ini juga dihadiri Wakil Kapolri Komjen Adang Dorodjatun, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Paiman, dan Kepala BNN Komjen Pol Makbul Padmanegara.Dijelaskan, operasi khusus kemanusiaan ini digelar mulai 1 November sampai 15 Januari 2005. Operasi terdiri dari dua tahap, yakni Operasi Ketupat dan Operasi Lilin.Permasalahan lain, menurut Lebang, adalah bottle neck atau penyempitan pada ruas jalan tertentu. Kemudian terdapatnya pasar tumpah, rawan longsor dan banjir terutama di daerah Banyumas dan Boyolali, serta rawan kecelakaan lalu lintas dan kriminalitas.Jalur mudik untuk wilayah Jawa, yakni dari Merak sampai Banyuwangi, terdapat enam titik rawan macet, 30 titik rawan kecelakaan, 30 titik rawan longsor, 12 titik rawan banjir, dan 78 titik rawan kriminalitas.Diprediksi lonjakan arus kendaraan akan meningkat hingga 20 persen, khususnya untuk pemudik dengan sepeda motor. Namun lonjakan arus penumpang mudik akan meningkat tipis karena penumpang banyak memilih angkutan udara yang lebih murah di samping pola libur lebaran, Natal, dan Tahun Baru yang intervalnya cukup jauh. (gtp/)


Berita Terkait