Rahwi Fattuh akan Segera Diambil Sumpahnya
Kamis, 11 Nov 2004 13:15 WIB
Jakarta - Ketua parlemen Palestina akan diambil sumpahnya sebagai presiden sementara Otoritas Palestina, menggantikan Yasser Arafat yang telah berpulang. Pelantikan Rauhi Fattouh akan dilakukan dalam beberapa jam ke depan.Demikian disampaikan Menteri Kabinet Palestina, Saeb Erekat seperti diberitakan Associated Press, Kamis (11/11/2004).Arafat meninggal dunia di rumah sakit militer Prancis di Clamart, pinggiran ibukota Paris pada Kamis dini hari waktu setempat. Pejabat-pejabat Palestina sebelumnya telah mengatakan bahwa mereka ingin memastikan transisi berjalan perlahan dan lancar. Sesuai hukum Palestina, Ketua Parlemen Rahwi Fattuh, akan menjadi pejabat sementara presiden sampai pemilihan umum digelar dalam waktu 60 hari ini."Kami bisa pastikan bahwa transisi akan berjalan lancar, dan rakyat Palestina berhak mendapatkan pemilihan umum yang bebas dan jujur," ujar Saeb Erekat yang mengimbau Amerika Serikat untuk menjamin bahwa pemilihan umum itu akan bisa diselenggarakan.Di masa lampau, pejabat-pejabat Palestina telah menegaskan bahwa mereka tidak bisa menyelenggarakan pemilihan umum sampai pasukan Israel ditarik dari kota-kota Tepi Barat dan daerah lainnya yang mereka duduki kembali pada serangan ofensif militer Israel tahun 2002 lalu.Erekat menuturkan, Fattuh akan diambil sumpahnya dalam beberapa jam mendatang. Namun ia tidak memberikan keterangan rinci mengenai acara pengambilan sumpah tersebut.Fattuh yang berusia 55 tahun merupakan aktivis midlevel Fatah. Pria yang dibesarkan di kamp pengungsi Rafah di Gaza itu, ditunjuk sebagai menteri pertanian pada tahun 2003. Setahun kemudian ia dipilih sebagai ketua parlemen, menggantikan Ahmed Qureia yang menjadi perdana menteri.Arafat memegang tiga jabatan penting -- presiden Otoritas Palestina, kepala Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan pemimpin gerakan berkuasa Fatah. Orang nomor 2 di PLO, Mahmoud Abbas, merupakan kandidat utama untuk menduduki posisi Arafat sebagai pemimpin Palestina.Setelah pemakaman Arafat nanti, Komite Eksekutif PLO yang beranggotakan 18 orang akan segera memutuskan kepala PLO yang baru. Abbas yang dikenal sebagai Abu Mazen, diyakini akan memenangkan pemungutan suara itu, sehingga menjadikannya sebagai pengganti Arafat, setidaknya secara interim.
(ita/)











































