Hari kelulusan mungkin saat yang paling dinanti-nanti bagi setiap pelajar di penghujung tahun ajaran sekolahnya. Namun Faisal tidak dapat merasakan semua itu karena di saat yang bersamaan harus bergelut dengan tumor yang dideritanya.
Di hari terakhir ujiannya, Faisal pulang ke rumah dengan lemas lunglai. Sang ayah, Ahdiat Suryawan, terkejut merasakan panas tinggi di dahi anaknya itu, apalagi setelah itu Faisal tiba-tiba pingsan. Faisal segera dilarikan ke RS Islam Pondok Kopi untuk mendapat pertolongan secepatnya.
"Di RS Islam Pondok Kopi 2 hari tidak sadarkan diri," kenang Ahdiat di kediaman sementaranya di SDN 02 Pondok Kopi, Jalan Robusta IV, Jakarta Timur, Rabu (30/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasilnya sama terus kembali lagi ke RS Islam. Proses penyembuhan di sana karena ada gejala tifus juga. Setelah tidak ada perubahan baru dibawa ke RS Dharmais," tutur Ahdiat.
Ahdiat terpaksa memboyong istri, Faisal 5 anaknya ke rumah dinas di SDN 02 Pondok Kopi tempat dia sehari-hari mengajar. Biaya yang besar untuk operasi Faisal membuat dia menjual rumahnya.
Selain prestasi dalam bidang olahraga, Faisal Darmawan juga remaja yang pintar. Dia mendapat nilai kelulusan tertinggi di SMPN 199.
"Alhamdullilah, dia lulus dengan nilai UN 33.83 dari 4 mata pelajaran," ujar Ahdiat.
Kini di rumah sederhana berukuran 3x7 meter persegi, Faisal tinggal bersama kedua orangtua, dan 4 saudara kandungnya. Rumah yang hanya memiliki dua ruang tempat tidur dan satu dapur telah ditinggali Faisal bersama keluarganya semenjak tahun 2011. Meskipun begitu Faisal tidak pernah mengeluh.
(gah/rmd)










































