"Azlaini saat ini memang bukan pengurus DPP PAN, namun masih keluarga besar PAN. Dulu bertugas di Komisi III membidangi hukum," kata Waketum PAN Dradjad Wibowo dalam siaran pers, Rabu (30/10/2013).
Dradjad mengenal Azlaini sebagai sosok yang keras dan tegas ketika melihat kesalahan. "Sejak dulu tidak segan memprotes keras dengan bahasa lugas kalau sesuatu yang dianggapnya menyimpang," kata Dradjad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya yakin pasti ada sesuatu yang menyimpang. Kita semua tahu pelayanan publik oleh birokrasi maupun BUMN itu buruk sekali. Kalau hanya sekadar karena pesawat telat 20-30 menit, rasanya Azlaini tidak akan meledak, kan maskapai kita memang jagonya telat," tuding Dradjad.
"Sebagai pejabat negara, ada tuntutan kesabaran yang lebih tinggi. Tapi jangan lupa mereka juga manusia, Jokowi yang dikenal gampang guyon saja bisa meledak karena buruknya pelayanan publik," tandasnya.
Azlaini dilaporkan ke polisi oleh Yana yang mengaku ditampar di pipi kanan. Kejadian ini terjadi ketika Azlaini hendak berangkat dengan pesawat Garuda tujuan Medan.
(van/nrl)











































