29 Juta pengguna twitter di Indonesia kerap berkicau mulai dari pemikiran mereka hingga tempat mereka berkumpul bersama temannya. Namun tak sedikit kicauan yang bernada bullying. Nah, apakah Pramono Edhie siap jika ada cuitan yang mem-bully dirinya?
"Kalau sudah masuk hutan rimba itu ya saya harus siap. Jangan sampai kata-kata saya berakibat buruk ke orang lain. Andai kata saya dapat kata-kata buruk, itu saya terima sebagai kritik dan akan lebih hati-hati," kata Pramono usai peluncuran akun twitter @edhiewibowo_55 di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terus terang, ini pengalaman pertama menggunakan twitter setelah saya tidak di militer. Saya berpendapat dulu kalau menggunakan twitter, saat mengambil keputusan itu tidak mudah. Tapi satu, hutan rimba itu bukan satu yang menakutkan. Kalau kita berpikir positif, tentu akan positif," ujar ipar SBY ini.
Pramono juga menyiapkan tim yang mengelola aktivitasnya di media sosial. Ia selalu diingatkan oleh timnya untuk mencermati penggunaan kata ketika berkicau.
"Kita belajar dan tim saya selalu bilang, hati-hati Pak, memang begitu. Saya juga terjun ke sini hati-hati, berharap twitter ini benar-benar untuk kebaikan," ujar pria kelahiran tahun 1955 ini.
Berbeda dengan SBY, Pramono tak mencantumkan tanda khusus ketika menyampaikan langsung tweet-nya. Namun ternyata, setiap kicauan yang tertulis di akunnya adalah langsung dari dirinya dan diposting oleh timnya.
"Saya juga harus berbaik-baik juga, menjaga tata krama, sopan santun. Jangan sampai orang berburuk sangka, menghujat, ini saya gunakan untuk berkomunikasi dengan masyarakat," tutup Pramono.
(van/nrl)











































