Para mahasiswa ini juga berorasi karena MK sampai saat ini belum memutus perkara Pilkada di Kota Tangerang 2013. Mereka meminta MK tetap netral dalam mengawal pilkada Tangerang.
"Dengan masih terkatung-katungnya sengketa ini oleh MK, maka Kota Tangerang belum memiliki pemimpin definitif sampai saat ini," kata koordinator demo, Lukman, di depan Gedung MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (30/10/2013).
Lukman menegaskan, akibat dari belumnya adanya pemimpin Tangerang yang diputus sah oleh MK, banyak program pembangunan dan pelayanan publik tidak berjalan secara maksimal. Oleh karena itu, lanjut Lukman, Gempita mendesak MK untuk segera memutus perkara PHPU Kota Tangerang tersebut.
"Padahal lebih dari 700 ribu warga Tangerang datang ke TPS memberi suaranya," teriak Lukman. Kita juga mendukung selamatkan MK dari intervensi manapun demi mengembalikan martabat MK," kata Lukman.
Dalam aksi ini, selain berorasi, mereka juga membawa sejumlah spanduk dan poster sebagai atribut aksi mereka. Sedangkan puluhan anggota polisi tampak berjaga-jaga mengamankan jalannya aksi. Arus lalu-lintas tidak mengalami kemacetan berarti di lokasi demo. Para demonstran hanya menggunakan lajur paling kiri di Jl Medan Merdeka Barat.
MK memerintahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten untuk melakukan verifikasi ulang pengusulan partai politik pengusung pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Tangerang. Perintah MK itu terjadi pada tanggal 1 Oktober 2013 dalam sidang putusan sela yang dipimpin oleh Eks Ketua MK Akil Mochtar. Dengan begitu, MK sampai saat ini belum mengambil putusan dalam perkara ini. Sehingga belum diketahui siapa yang akan menjadi Walikota dan Wakil Walikota Tangerang 2013-2018.
(rvk/asp)











































