"Saya kira prestasi penegak hukum khususnya KPK menunjukkan upaya kita memberantas korupsi ada hasilnya," kata Wapres Boediono.
Boediono mengatakan hal tersebut saat menjawab pertanyaan salah seorang WNI yang tinggal di London, Inggris soal kemajuan pemberantasan korupsi di Indonesia. Pertemuan itu dilakukan di Wisma Nusantara, Selasa (29/10/2013) malam dan dihadiri oleh sekitar 100 WNI yang ada di London, termasuk para pelajar dan mahasiswa yang ada di sana. Boediono ditemani oleh Dubes RI untuk Inggris Hamzah Thayeb dan Kepala UKP4 Kuntoro Mangkusubroto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari segi effort suatu yang baik. Ke depan penanganan masalah korupsi tidak bisa lepas bagaimana membenahi upaya sistem birokrasi kita," kata Boediono.
"Reformasi inilah jawaban jangka panjang. Tidak bisa menangkap maling terus, tapi tidak memperbaiki," imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Boediono juga ditanya oleh para WNI soal kasus Century. Dengan tegas, dia membantah mengambil uang yang ada di sana dan semua kebijakan untuk bank itu adalah murni untuk penyelamatan.
"Tidak ada sepeser pun yang diambil Boediono atau Sri Mulyani," kata Wapres Boediono.
Suami dari Herawati Boediono ini juga menyatakan dirinya siap diperika terkait penyelamatan Bank Century. Dia tidak menyesal melakukan kebijakan itu dengan melihat hasil positif untuk ekonomi Indonesia.
"Tidak ada masalah bagi saya Pak. Saya merasa sudah melaksanakan tugas saya sesuai keyakinan," terangnya.
Dengan penjang lebar, Boediono kembali menerangkan alasan-alasan penyelematan Bank Century, dan gejolak-gejolak ekonomi global yang mendukung dilakukannya penyelamatan, termasuk terbitnya blanket guarantee.
"Apapun pandangannya, saya serahkan semua pada yang berwajib. Ini bukan soal korupsi," ujarnya.
"Apabila masa itu ada yang nimbrung ngambil uang itu, itu masalah lain masalah pidana. Buktikan itu," imbuhnya dengan tegas.
Wapres Boediono berada di London selama 6 hari. Boediono diagendakan mengikuti World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-9 pada 29 Oktober 2013 dan Open Government Partnership (OGP) Annual Summit 2013 pada 31 Oktober 2013. Kehadiran Wapres pada konferensi WIEF ke-9 mewakili Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang akan berlangsung pada 29-31 Oktober 2013.
Wapres juga diagendakan memberikan kuliah umum yang berjudul Transforming Indonesia: The Challenges of Good Governance and Economic Development di Universitas Oxford.
(tfq/mad)










































