PM Prancis: Arafat Berada pada Waktu-waktu Terakhir
Kamis, 11 Nov 2004 10:59 WIB
Jakarta - Kondisi Yasser Arafat benar-benar memburuk. Pemimpin Palestina itu mengalami kerusakan otak serta gagal ginjal dan hati. Namun ulama terkemuka yang menjenguk Arafat menolak kemungkinan untuk mencabut mesin-mesin penunjang yang dihubungkan ke tubuh pemimpin veteran itu.Perdana Menteri (PM) Prancis Jean-Pierre Raffarin menyatakan bahwa Presiden Palestina itu berada pada "waktu-waktu terakhirnya". Demikian ujar Raffarin kepada stasiun televisi lokal, France-2."Saya harap kita bisa menghormati waktu-waktu terakhir dari orang yang sedang mendekati kematian," ujarnya seperti dilansir kantor berita Associated Press, Kamis (11/11/2004).Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Palestina Nabil Shaath mengungkapkan bahwa Arafat yang mengalami koma dalam, telah menderita kerusakan otak karena pendarahan otak yang dialaminya. Hanya jantung dan paru-parunya yang masih berfungsi.Ulama terkemuka Palestina, Taisser Bayoud Tamimi, menemui Arafat di pembaringannya di rumah skait militer Prancis di pinggiran ibukota Paris, Rabu (10/11/2004) kemarin. Ia pun membacakan ayat-ayat suci al-quran di samping Arafat. Ditegaskannya bahwa tidak akan ada upaya untuk menghentikan mesin-mesin penunjang yang menopang hidup Arafat. "Selama masih ada tanda-tanda kehidupan di dalam tubuh presiden, dia akan tetap dalam perawatan," tegas Tamimi. "Itu dilarang dalam Islam," imbuhnya.
(ita/)











































