Dihamili dan Diteror Bripka S, Putri Pak Tani Mengadu ke Polda Jateng

Dihamili dan Diteror Bripka S, Putri Pak Tani Mengadu ke Polda Jateng

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 29 Okt 2013 17:25 WIB
Semarang, - Ditemani ayahnya, VT (19) mengadu ke Mapolda Jawa Tengah. Putri seorang petani mengadukan perbuatan Bripka S, polisi dari Bandungan, Semarang, yang mengingkari tanggung jawab setelah membuatnya hamil dua bulan.

Awal perkenalan VT dengan Bripka S ketika mengantar kakaknya mengurus SKCK. Di sela pembuatan dokumen tersebut, Bripka S berkenalan dengan VT dan mengaku sebagai duda cerai.

"Dia datang ke rumah, dua hari kemudian datang lagi bertemu orang tua saya untuk nembung (melamar -red) menikah. Dia ngaku sudah bercerai," ungkap VT yang diantar ayahnya, seorang petani di Kaliwinong, Bandungan, Semarang, Selasa (29/10/2013) sore.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua keluarga sudah saling bertemu saat VT mengunjungi keluarga Bripka S di Dusun Konkong, Mijen, Kota Semarang. Pada saat itu disetujui dilangsungkan pernikahan, namun karena menjelang puasa, pernikahan ditunda.

Selama lima bulan, kedekatan mereka terjalin semakin intim. Keduanya kemudian melakukan hubungan layaknya suami istri sebanyak 15 kali hingga akhirnya diketahui VT mengandung dua bulan.

Setelah diketahui hamil, VT berusaha mencari Bripka S karena mulai jarang bertemu. Ia ingin mencari kejelasan tentang rencana pernikahan mereka. Namun betapa kagetnya VT ketika sedang mencari informasi soal Bripka S, ternyata diketahui oknum polisi itu masih beristri.

"Dia bohong sama saya, ternyata masih punya istri. Setelah saya tahu dia masih beristri, kami sama sekali tidak pernah ketemu," pungkas VT.

VT yang masih merasa kecewa kemudian mendapat SMS dari Bripka S yang isinya bernada teror. "Terornya itu itu kalau sampai ibunya sakit dan kenapa-kenapa, saya yang harus tanggungjawab," katanya.

Menangapi hal itu, Kapolres Semarang, AKBP Augustinus Pangaribuan mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan proses penyelidikan terhadap oknum polisi yang dilaporkan.

"Saat ini masih diperiksa dan dimintai keterangan," kata Augustinus saat dikonfirmasi.

(alg/lh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini