Terpopuler di Media Sosial karena Kasus Sapi, Ini Kata PKS

Terpopuler di Media Sosial karena Kasus Sapi, Ini Kata PKS

- detikNews
Selasa, 29 Okt 2013 05:21 WIB
Terpopuler di Media Sosial karena Kasus Sapi, Ini Kata PKS
Hidayat Nur Wahid/kanan
Jakarta - Lembaga riset internet Katapedia menempatkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai partai yang terpopuler di media sosial. Tapi kepopuleran ini terkait citra negatif akibat kesalahan anggota PKS.

Menanggapi survei ini, PKS mengaku tak keberatan. Ketua Fraksi PKS di DPR Hidayat Nur Wahid menyebut survei yang banyak dilakukan lembaga riset merupakan bagian demokrasi.

"Survei ini menambah ramai demokrasi. Anggap saja sebagai tontonan yang dinikmati," kata Hidayat saat dihubungi, Senin (28/10/2013) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi Hidayat mengingatkan independensi lembaga riset dalam melakukan survei. Hasil survei yang kerap menguntungkan atau merugikan pihak tertentu bisa jadi survei pesanan.

"Ada pihak-pihak yang bisa memobilisasi, tapi biar saja ini jadi pertunjukan yang dinikmati. Ini tantangan publik untuk berdemokrasi," imbuhnya.

Meski disebut paling populer karena kasus yang membelit, Hidayat yakin realitas media sosial berbeda dengan fakta di lapangan. Buktinya, banyak masyarakat yang tetap menganggap kesalahan anggota partai bersifat pribadi, bukan organisasi partai.

"Saya banyak di komunitas pengguna internet, mereka sudah bisa memilah mana masalah partai, mana masalah pribadi," tutur mantan Presiden PKS ini.

Katapedia merilis data popularitas di facebook.com memperlihatkan PKS menduduki Top of Mind, atau yang paling melekat di kalangan pengguna sosial media. Prosentasenya adalah sebesar 24,32% atau sebanyak 5.565 akun Facebook yang mempopulerkan PKS.

Disusul kemudian Partai Golkar sebesar 17,51 % atau 4.007 akun. Partai Demokrat di urutan ke tiga dengan perolehan 14,84 % atau 3396 akun. Dan di urutan ke empat ada PDIP dengan 11,91 % atau 2.725 akun. Kemudian di belakangnya ada Gerindra dengan 10,39 % atau 2.377 akun.

"PKS terpopuler di Facebook dan Twitter. Yang sering dibahas adalah kasus sapi," kata CEO Katapedia Denny Rahman Senin (28/10).

(fdn/nvc)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads