Tempatkan Ical Paling Populer, Lembaga Survei Alvara Mengaku Netral

Tempatkan Ical Paling Populer, Lembaga Survei Alvara Mengaku Netral

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 28 Okt 2013 18:21 WIB
Jakarta - Selain menempatkan Aburizal Bakrie atau Ical sebagai capres terpopuler, Lembaga Survei Alvara Research Center juga menyatakan Partai Golkar sebagai partai terpopuler. Alvara menepis jika hasil survei ini pesanan.

Dalam paparan surveinya di Restoran Bumbu Desa, Jl Cikini Raya, Jakarta, Senin (29/10/2013), Golkar meraih 89,1 persen dalam survei terkait popularitas partai. Disusul PDIP dengan 89 persen. Kemudian ada Partai Demokrat di urutan ketiga dengan 80 persen.

Namun PDIP dinyatakan sebagai partai yang paling melekat kuat di benak publik. "Hal ini dibuktikan dengan Top of Mind PDIP yang sangat tinggi dibanding partai lain," kata CEO Alvara Hasanuddin Ali.

Top of mind dihasilkan dari pertanyaan dasar 'Partai apa saja yang anda ingat?'. PDIP meraih 40,8 persen top of mind. Disusul Golkar dengan 19,9 persen. Kemudian ada Demokrat dengan 11,7 persen.

Meski menempatkan Golkar dan Ical sebagai yang terpopuler, namun Alvara menepis anggapan bahwa ini adalah survei pesanan. Alvara mengaku membiayai survei ini dari kocek internalnya, yaitu dari keuntungan survei marketing yang juga dipegangnya.

"Ini didanai dari kas pribadi kantor Alvara. Dari keuntungan 10 persen survei marketing bisnis yang kita jalankan, kita alokasikan ke survei sosial politik seperti ini," ujar Hasanuddin.

Jikapun ada parpol atau tokoh politik yang meminta jasanya, maka Alvara tak akan mempublikasikan hasil surveinya ke khalayak umum.

Meski Golkar menempati posisi teratas sebagai partai terpopuler, namun Golkar tak menjuarai kategori elektabilitas partai. Elektabilitas tertinggi diraih PDIP. Kemudian disusul Golkar, Partai Gerindra, dan Demokrat berturut-turut.

Berikut adalah tingkat elektabilitas partai dari hasil survei Alvara:

1. PDIP: 17,9 %
2. Golkar: 10 %
3. Gerindra: 6,5 %
4. Demokrat: 5,7 %
5. Hanura: 2,9 %
6. PKS: 2,6 %
7. PPP: 2,3 %
8. PKB: 2,3 %
9. PAN: 1,8 %
10. NasDem: 1,4 %
11. PKPI: 0,8 %
12. PBB: 0,3 %
13. Belum menentukan: 45,7 %

Melalui tanya jawab dengan respondennyanya, Alvara menyatakan masyarakat menyatakan semua partai tak bebas korupsi. "Dari perceptual mapping, menunjukkan tidak ada satupun partai yang memiliki citra bebas korupsi," kata Hasanuddin.

Survei dilakukan terhadap 1.533 responden di 10 kota di Indonesia, yaitu Jabodetabek, Medan, Surabaya, Makassar, Bandung, Semarang, Palembang, Balikpapan, Denpasar, dan Manado. Survei dilaksanakan tanggal 24 September hingga 13 Oktober 2013. Metode survei adalah wawancara tatap muka dengan multistage random samping. Margin of error sebesar 2,5 persen.

(dnu/tor)


Berita Terkait