Massa mahasiswa di depan gedung DPRD Banten, Jl Syekh Nawawi, Serang, membubarkan diri sekitar pukul 16.00 WIB. Namun sebelum kembali kampus masing-masing, para mahasiswa berjanji untuk kembali turun aksi yang sama pada 10 November mendatang.
"Kami akan turun kembali pada 10 November dengan isu yang sama dan massa yang lebih massif, sebagai peringatan hari pahlawan. Kami juga sudah berkordinasi dengan teman-teman di Tangerang Raya, Lebak, Pandeglang, dan Cilegon," ujar Mahmuri, Ketua KAMMI Banten dalam orasinya, Senin (28/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjagaan yang berlapis membuat massa mahasiswa hanya mampu sampai pelataran parkir gedung DPRD karena dijaga polisi anti huru hara . Mahasiswa pun melanjutkan aksi di lokasi tersebut.
Akibat aksi ini, 3 mahasiswa mengalami luka-luka. Seorang polisi juga terlihat mengalami luka di alis matanya.
"Adit dari KAMMI Banten luka pukul benda tumpul di dahinya. Ada Isong dari Universitas Banten Jaya (Unbaja) terluka di pelipis dan Diki dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) luka di dada," kata Mahmuri.
"Diki yang cukup parah karena dia awalnya terjatuh karena ditendang. Setelah jatuh langsung dihantam pakai tameng polisi di bagian dada," imbuhnya.
Polisi kemudian berhasil memukul mundur kembali mahasiswa hingga keluar gerbang. Saat melihat mobil dinas melintas, mahasiswa mencoba untuk menyanderanya dengan naik di atas kap mobil dan menginjak-injak mobil bernopol A 478 tersebut. Namun hai itu urung dilakukan, mahasiswa memilih menutup jalan dan membakar ban di depan gerbang DPRD Banten.
(rmd/rmd)











































