Muhtar Effendi, orang yang disebut-sebut sebagai tangan kanan Akil Mochtar membantah dugaan bahwa dia ikut 'bermain' dalam pengurusan perkara Pilkada di MK. Bahkan, dia bersumpah tak sedikit pun menerima uang terkait pengurusan perkara.
"Demi Allah, tidak benar itu apa yang disampaikan," ujar Muhtar di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (28/10/2013).
Muhtar mengaku tidak tahu sama sekali soal kasus yang menjerat Akil. Dia juga menolak dikait-kaitkan dengan perkara Pilkada Banyuasin yang selama ini disebut ada campur tangannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muhtar disebut-sebut sebagai tangan kanan Akil Mochtar. Bahkan beberapa uang suap ke Akil diduga lewat Muhtar sebagai pihak perantara. Namun, saat ditanyakan soal hal ini Muhtar mengelak.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Muhtar adalah orang yang sangat tahu soal penerimaan suap ke Akil. Bahkan, dia disebut pernah menerima uang dari beberapa pihak yang berperkara di MK untuk diserahkan ke Akil.
Dalam suap terhadap Akil Mochtar, KPK memang telah menetapkan Akil sebagai tersangka untuk penerimaan suap terkait dua perkara Pilkada, yakni Pilkada Lebak dan Gunung Mas. Namun, KPK menduga kuat masih ada penerimaan lain yang diterima Akil dalam pengurusan beberapa perkara sengketa Pilkada.
(kha/mad)











































