Ini dinyatakan dalam survei Alvara Research Center di Restoran Bumbu Desa, Jl Cikini Raya, Jakarta, Senin (29/10/2013).
Di Golkar, kader internal pendukung Ical sebesar 43,1 persen, sementara kader yang mendukung Jokowi mencapai 27,5 persen. Ada pula 8,5 persen yang mendukung Jusuf Kalla.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, setengah dari kader PDIP mendukung pencapresan Jokowi, yaitu sebesar 55 persen. Ada pula yang masih mendukung Megawati Soekarnoputri sebesar 19 persen.
Dukungan terhadap Jokowi juga kuat muncul dari kader PKS, yaitu sebesar 37,5 persen. Sementara 20 persen kader partai dakwah ini mendukung Dahlan Iskan. Dan 20 persennya lagi belum menentukan pilihan.
Bahkan 28,7 kader Partai Demokrat juga mendukung Gubernur DKI itu dalam pencapresan 2014. Namun sebanyak 14,9 persen kader PD belum menentukan pilihan. Dahlan Iskan, sebagai kandidat capres konvensi, didukung 3,4 persen kader Demokrat.
Sebanyak 65,7 persen kader Partai Gerindra mantap mendukung Prabowo. Namun tetap saja ada yang mendukung Jokowi, yaitu sebesar 16,2 persen.
Sementara capres PAN, Hatta Radjasa, didukung oleh 18,5 persen kadernya. Sebanyak 22,9 persen kader partai reformasi ini justru naksir Jokowi.
Ada 44,4 persen kader Partai Hanura yang mendukung pencapresan Wiranto. Sementara sisanya tersebar, angka yang menonjol adalah yang mendukung Prabowo dan Jokowi, masing-masing 17,8 persen dan 11,1 persen.
Survei dilakukan terhadap 1.533 responden di 10 kota di Indonesia, yaitu Jabodetabek, Medan, Surabaya, Makassar, Bandung, Semarang, Palembang, Balikpapan, Denpasar, dan Manado. Survei dilaksanakan tanggal 24 September hingga 13 Oktober 2013. Metode survei adalah wawancara tatap muka dengan multistage random samping. Margin of error sebesar 2,5 persen.
(dnu/tor)










































