Uang Amblas, Mudik pun Batal

Uang Amblas, Mudik pun Batal

- detikNews
Kamis, 11 Nov 2004 05:35 WIB
Jakarta - Malang betul nasib Yati, seorang pembantu rumah tangga asal Kroya. Semula Yati hendak mudik ke kampung halaman. Namun akibat bujuk rayu seorang pria, Yati tertipu. Uang amblas, mudik pun batal. Awal cerita, Yati, semula tengah mengantri tiket KA Cipuja jurusan Jakarta-Kroya di Stasiun Senen, Jakarta, Rabu (10/11/2004). Namun niatnya batal karena Yati berniat menunggu kedatangan temannya yang juga akan mudik. Yati memutuskan untuk menunggu temannya di St. Senen sekaligus menunggu antrian tiket kereta malam KA Citra Jaya. Saat menunggu, Yati berkenalan dengan seorang pria, sebut saja Tanto. Pria yang tampak simpatik itu akhirnya mengajak Yati berjalan-jalan ke Monas, sambil menunggu kedatangan teman Yati. Yati, janda dua anak ini pun mengiyakan. Singkat cerita, setelah berjalan-jalan, Tanto mengajak Yati naik Taxi dan check in di Hotel Harmoni. Entah mengapa, Yati pun mengiyakan. Keduanya pun masuk ke dalam kamar hotel bernomor kamar 208. Di dalam hotel, Tanto merayu Yati. Tanto meminta Yati memenuhi napsu seksualnya. Yati pun menuruti hingga keduanya melakukan hubungan suami-istri. Seusai mandi, Tanto kemudian merayu Yati agar meminjamkan uang sebesar Rp 600 ribu dengan alasan untuk membetulkan rumah. Yati pun memenuhi permintaan pria yang baru dikenalnya itu. Setelah mengantongi uang Yati, Tanto mengajak Yati ke pasar Slipi. Tanto hendak bertemu dengan saudaranya di sana. Setibanya di slipi, Yati ditinggalkan di lantai 1. Alasan Tanto, ia ingin mencari saudaranya itu. Mudah diduga, itulah terakhir kalinya Yati melihat Tanto. Karena setelah lama menunggu, Tanto raib. Percuma saja Yati mencari Tanto, karena Tanto hilang bak ditelan bumi. Yati yang tengah kebingungan, akhirnya memutuskan kembali ke St. Senen naik bajaj. Yati langsung melapor ke Posko Pelayanan Masyarakat di St. Senen. Yati melaporkan Tanto atas penipuan yang dilakukan Tanto. Kasus ini kemudian ditangani oleh Polsek Kramat. Di tengah pemeriksaan, Yati memutuskan batal merayakan Idul Fitri di kampung halaman karena semua barang miliknya amblas. Tas yang berisi pakaian Yati hingga kini masih tertinggal di hotel. Kepada detikcom Yati mengaku tidak berani kembali ke Hotel karena belum membayar biaya penginapan. Kini Yati memilih kembali ke rumah majikannya di Perum Citra Grand, Cibubur. Yang tersisa kini hanya selembar uang Rp 10.000 dan penyesalan. Yati hanya meminta uang hasil jerih payahnya dikembalikan. (dni/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads