Arus Mudik Belum Ada Lonjakan

Arus Mudik Belum Ada Lonjakan

- detikNews
Kamis, 11 Nov 2004 01:41 WIB
Surabaya - Memasuki H-4 menjelang hari raya idul fitri,terminal bus bungurasih belum menunjukan adanya lonjakan penumpang arus mudik. Lonjakan penumpang arus mudik lebaran diperkirakan akan terjadi pada H-2 nanti.Kepada detikcom,Kepala Tata Usaha terminal Bungurasih Sutadji mengatakan,Sampai H-4 ini jumlah penumpang belum menunjukan adanya lonjakan. Sampai Rabu siang ini (10/11),jumlah pemudik baru mencapai 50.618 orang.penumpang. Jumlah ini masih jauh dibanding lebaran tahun kemarin. Karena pada lebaran tahun kemarin,pada H-4 jumlah penumpag sudah mencapai 59.320 orang.Lebih lanjut Sutadji mengatakan lonjakan penumpang lebarang tahun ini diperkirakan akan terjadi pada H-2 nanti. Diperkiarakan pada H-2 nanti sekitar 100 ribu penumpang akan memadati terminal Bungurasih. Untuk mengatasi hal itu pihak terminal sudah menyiapkan sekitar 1804 armada bus untuk melayani para penumpang arus mudik yang akan menuju keberbagai kota baik dalam provinsi maupun luar provinsi.Sementara itu dari pantauan detikcom hari ini,Rabu (10/11)dibeberapa terminal di Surabaya,seperti terminal Bungurasih dan terminal Osowilangun masih belum menunjukan adanya lonjakan penumpang yang berarti.Bahkan pelabuhan feri ujung Surabaya-Kamal Madura,pada H-4 juga masih relative stabil.Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di pelabuhan ujung Surabaya ini,pihak ASDP sudah menyiapkan kapal feri sebanyak 18 kapal untuk menghadapi lonjakan penumpang yang diperkirakan akan terjadi pada H-1 nanti. Dari pantauan detikcom di pelabuhan ujung Surabaya siang tadi,sempat terjadi antrian berbagai kendaraan roda 4 baik kendaraan pribadi maupun truk dan bus sepanjang kurang lebih 500 meter.Hal ini dikarenakan pihak ASDP hanya membuka 3 pintu gerbang penyeberangan menuju ke Kamal Madura.Begitupula arus mudik melalui stasiun Gubeng dan Pasarturi belum ada lonjakan yang berarti. Namun meski begitu, pihak Daops VIII mengoperasikan perjalanan kereta api tambahan. Yaitu KA Gajayana (Malang-Jakarta), Pasundan ( Surabaya-Bandung), Gumarang (Surabaya- Jakarta) dan Kertajaya (Surabaya-Jakarta). Kereta api tambahan ini mulai beroperasi Rabu (10/11) hingga h+10 lebaran karena diperkirakan merupakan puncak arus mudik. Sebenaranya secara prosentase, jumlah penumpang yang meninggalkan Surabaya melalui stasiun Gubeng maupun Pasarturi saat ini relatif menurun dibanding tahun 2003. "Data dari tanggal 4 hingga 8 November tercatat penumpang berangkat sebanyak 68.381 orang. Angka ini secara prosentasi masih dibawah tahun sebelumnya. Saat ini hanya 86%. Tapi lonjakan bisa saja terjadi mendekati lebaran nanti,"jelas Sudarsono Humas PT KA Daops VIII saat ditemui detikcom, dikantornya Jl Gubeng Masjid Surabaya, Rabu (10/11/2004).Begitupula kereta api jurusan Jakarta kelas bisnis dan eksekutif tetap stabil meski Daops VIII telah memaksimalkan jumlah rangaian mencapai batas maksimal 12 gerbong itu. "Argoanggrek, Argobromo maupun Sembrani sudah kita tambah gerbong, Jadi semua sudah kita siapkan untuk kenyamanan pemudik,"tambahnya. Juga belum begitu melonjak jumlah penumpang pada kereta api jurusanSurabaya-Banyuwangi yaitu Sritanjung dan Mutiara Timur. (dni/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads