Golkar Ajukan Diktum Perdamaian untuk Fahmi Idris

Golkar Ajukan Diktum Perdamaian untuk Fahmi Idris

- detikNews
Kamis, 11 Nov 2004 00:17 WIB
Jakarta - Malam ini DPP Golkar menggelar rapat guna membahas tawaran damai yang diajukan Fahmi Idris. Rapat berlangsung di kantor DPP Golkar Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, Rabu (10/11/2004). Hasilnya, DPP membentuk tim untuk membahas rencana perdamaian dengan kubu Fahmi Idris cs. Tim "perumus perdamaian" sudah merumuskan diktum yang akan ditawarkan kepada Fahmi. "Kami telah rapat di DPP dan kami telah merumuskan diktum-diktum yang akan kami tawarkan" ujar Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tanjung kepada wartawan seusai rapat tadi malam.Inti dari diktum-diktum yang ditawarkan itu menurut Akbar, mengajak semua orang untuk mentaati peraturan organisasi dan kebijakan organisasi."Itu yang kami sampaikan dalam diktum dan ke depannya tidak melakukanlangkah-langkah yang menentang kebijakan organisasi, dan tidak lagi membentuk badan yang tidak sejalan dengan aturan organisasi," tandas Akbar.Kalau diktum-diktum itu dipenuhi, proses perdamaian bisa dilaksanakan dan Fahmi cs bisa mendapatkan kembali keanggotaan mereka di partai Golkar."Termasuk apa yang mereka harapkan, rehabilitasi nama, berkaitan dengan keanggotaan mereka bisa direalisasikan. Proses pengadilan pun bisa diselesaikan." ujarnya.Pembentukan tim dan perumusan diktum dilakukan DPP Golkar sehubungan dengan tawaran damai yang diajukan Fahmi yang terungkap dalam persidangan kasus Fahmi Idris versus Akbar Tandjung di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, siang tadi. Dalam persidangan, kuasa hukum penggugat, OC Kaligis, mengajukan draft surat pernyataan perdamaian yang berisi kesepakatan untuk mengakhiri perselisihan dan beda pendapat yang telah terjadi. Akbar Siap Dicalonkan Kembali Sebagai Ketua Umum GolkarSehubungan dengan Musyawarah Nasional (Munas) partai berlambang beringin tersebut di Denpasar, Bali, pada 15-20 Desember 2004 mendatang, Akbar mengaku siap dicalonkan kembali sebagai Ketua Umum Partai. Akbar mengaku siap bersaing memperebutkan kursi Ketua Umum Partai Golkar. "Kalau saya diberikan dukungan, saya siap saja," demikian Akbar. (dni/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini