"Kita dari pihak sponsor yakni Bank Mandiri akan memberikan santunan untuk Romo (Sumarya)," kata perwakilan penyelenggara Jakarta Marathon Gunawan Wibisono di RS Saint Carolus, Salemba, Jakpus, Minggu (27/10/2013)
Menurutnya, untuk event internasional seperti Jakarta Marathon memang setiap peserta harus mengisi form asuransi. "Tapi Romo tidak mau mengisinya, jadi ini inisiatif kami saja," ujarnya tanpa menjelaskan alasan Sumarya enggan mengisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kesepakatan dengan keluarga akan diserahkan ke seminari Mertoyudan," ucapnya.
Gunawan juga menyatakan, sebelum mengikuti lari Jakarta Marathon Sumarya memang tak mengikuti tes kesehatan, karena tes itu hanya diberlakukan untuk pelari jarak 21K dan 42K. Sumaryo hanya ikut kategori 10K.
"Jadi kalau yang 5K dan 10K kan sifatnya fun run, jadi tidak ada tes kesehatan, kalau yang 21K dan 42K pasti ada tes kesehatannya," kata Bambang.
Ignatius Sumarya mengikuti Jakarta Marathon kategori 10 Km untuk kegiatan amal bagi kampusnya. Ignatius terjatuh dan meninggal saat sebelum sampai finish. Pada kategori ini panitia menyiapkan hadiah uang sebesar USD 2.000. Dia terjatuh sekitar pukul 06.15 Wib lalu dilarikan ke rumah sakit. Ia dinyatakan meninggal pukul 07.15 Wib.
(bal/gah)











































