Peristiwa terjadi sekitar pukul 04.00 WIB di Jalan Dr. Wahidin atau yang lebih dikenal dengan Tanjakan Tanah Putih. Saat itu Rita dan anaknya keluar dari rumah di Jalan Candi Persil, Kelurahan Kaliwiru, Kecamatan candisari menuju ke Pasar Peterongan untuk membeli keperluan warungnya.
"Tidak seperti biasanya, enggak tahu kenapa ibu kali ini mengajak saya," kata GN di RS Elizabeth Semarang, Minggu (27/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahu-tahu dipepet orang naik Mio, mereka langsung narik tas ibu. Saya sama ibu jatuh, mereka (pelaku) kabur," ujarnya.
Melihat ibunya tergeletak di jalan dengan darah yang mengalir, GN tidak bisa berbuat apa-apa hingga akhirnya ada warga yang menghubungi petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang dan membawa Rita ke RS Elizabeth.
Saat dibawa ke rumah sakit, denyut nadi masih ada, namun setibanya di RS. Elizabeth nyawa Rita tidak tertolong. Rita mengalami luka parah di bagian kepala, tangan kanan, dan jarinya sedangkan GN menderita luka lecet. Jenazah Rita kemudian dibawa ke ruang pemulasaran jenazah RSUP Dr. Kariadi Semarang.
(alg/ahy)











































