Adiguna Dikenal Tertutup di Lingkungan Rumahnya

Adiguna Dikenal Tertutup di Lingkungan Rumahnya

Taufan Noor Ismailian - detikNews
Minggu, 27 Okt 2013 05:00 WIB
Jakarta - Sosok Adiguna Sutowo tidaklah asing di telinga warga Pulomas, Jakarta Timur. Putra mantan Dirut Pertamina Ibnu Sutowo ini begitu moncer di kalangan warga. Selain karena anak mantan pejabat juga ekslusifitas kehidupannya.

Seperti dituturkan Ketua RT 3/10, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Pulomas, Nino Timulo, saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (26/10/2013).

Keluarga Adiguna dikenal jarang bersosialisasi dengan warga sekitar. Adiguna sendiri tinggal di Jl Pulomas Barat VII, Blok D2, nomor 2.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jarang keluar rumah, kalau datang dari luar kota langsung ke dalam rumah," tutur Nino.

Begitu pula ketika warga menggelar acara yang diperuntukan warga sekitar RT atau RW. Adiguna tidak pernah muncul untuk ikut ke acara yang diselenggarakan warga tersebut. Anak bungsu eks Dirut Pertamina Ibnu Sutowo ini diketahui telah 10 tahun menetap di kawasan tersebut.

"Tapi kalau dia buat acara, saya dan warga selalu diundang. Ya kadang hadir," ujarnya.

Komplek perumahan yang dihuni Adiguna memang dikenal sebagai kawasan pejabat. Adiguna sendiri tinggal di sebuah jalan yang hanya terdapat tiga rumah, termasuk rumahnya.

Tidak mudah untuk dapat mencapai rumah Adiguna. Karena dia menggunakan satpam pribadi yang menjaga jalan masuk menuju rumahnya. Ada dua tenaga satpam yang berjaga.

"Satpam itu dia sendiri yang menggaji," kata Nino.

Sabtu kemarin, sekitar pukul 02.00 WIB, sebuah sedan Mercy yang ditumpangi seorang perempuan berinisial F, menghantam pagar garasi kediaman Adiguna. Akibat kejadian itu, tiga unit mobil mewah yang berada di dalam garasi rusak parah.

Tak puas dengan apa yang dilakukan, perempuan tersebut turun dari mobil dan menusuk-nusukan payung ke mobil Lexus yang terparkir. Salah seorang pembantu di rumah Adiguna sempat melihat perawakan F ketika sedang melakukan perusakan.

"Yang saya ingat ciri-cirinya itu cantik, rambut pendek, putih, kaos hitam, celana jeans, masih muda," tutur salah satu pembantu yang tidak mau disebutkan namanya.

Salah seorang pihak keluarga Adiguna, Sinta Saras, menuturkan bila pelaku sempat berteriak-teriak hendak membunuh istri Adiguna. "Dia sempat teriak membunuh, ingin bunuh kakak saya," kata Sinta Saras.

Informasi ini didapatkan Sinta dari penjaga serta pembantu rumah Adiguna. Di dalam rumah itu hanya ada satpam serta pembantu. Adiguna serta sang istri, Vika Dewayani, kebetulan memang sedang di luar kota.

Sementara itu, Istri Adiguna, Vika Dewayani (45) mendatangi Polres Jakarta Timur, Sabtu malam kemarin untuk melaporkan perbuatan F. Vika datang bersama pengacaranya pukul 17.00 WIB. Laporannya sudah ditangani oleh pihak kepolisian.

"Bu Vika baru melapor karena baru pulang dari luar kota. Laporannya terkait pagarnya yang ditabrak oleh wanita yang memakai mobil Mercy," kata pengacara Vika, Syarifuddin Noor pada wartawan.

Menurut Syarifuddin, sudah ada 3 orang saksi yang diambil keterangannya oleh polisi. Mereka adalah dua satpam dan seorang pembantu di kediaman Adiguna.

(fan/ahy)


Berita Terkait