Tim kunjungan kloter yang dikomandani dr Zam Zanariyah ini mengawali blusukan perdana ke Kloter 32 JKS yang menghuni Hotel Barakat Alandalus di Madinah, Sabtu (26/10/2013) sekitar pukul 20.30 WAS.
"Bapak harus banyak minum ya, biar tidak lemas. Makan yang teratur ," kata dr Zam Zanariyah ramah kepada
Malawi, jamaah haji dari Kloter 32 JKS yang menderita sesak nafas dan gangguan lambung itu.
Sejumlah jamaah haji satu per satu diperiksa kesehatannya. Jamaah haji tersebut diperiksa tensi, urine, dan tes paru-paru dengan peak flow meter.
Said Supendi, jamaah haji lain yang menderita sakit jantung mengaku kondisinya kini membaik.
"Alhamdulillah sudah sehat. Saya dua kali dirawat di Makkah. Saya safari wukuf kemarin," cerita Said.
"Jangan terlalu capai ya," pesan dr Zam.
Selain itu, Efni Amir mengalami hipertensi. "Ibu, ini memang obat hipertensi dan nanti obatnya dosisnya ditambah ya," kata dr Zam.
Di sela-sela kesibukannya, dr Zam menjelaskan kegiatan perdana BPHI menjemput bola untuk mengantisipasi jamaah haji yang ambruk pasca Armina.
Menurut dia, tim blusukan bergerak setiap hari ke sektor-sektor yang dikunjungi secara acak dan mendadak.
Ada 2 dokter dan 2 perawat yang bertugas keliling sektor-sektor. Tugas ini akan berlangsung sampai pemulangan kloter terakhir hingga 19 Oktober mendatang.
"Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) di kloter pun jangan sampai tahu kunjungan ini. Kita harap tim medis lebih care terhadap jamaah sehingga jamaah haji dapat pulang ke Indonesia sehat walafiat," papar Zam, dokter spesialis saraf ini.
Zam menambahkan mayoritas jamaah haji di sektor 1 menderita hipertensi.
(aan/mnb)











































