Komwas PD Diperintahkan Usut Pembocor SMS Arahan Internal SBY

Komwas PD Diperintahkan Usut Pembocor SMS Arahan Internal SBY

Ahmad Toriq - detikNews
Sabtu, 26 Okt 2013 15:46 WIB
Komwas PD Diperintahkan Usut Pembocor SMS Arahan Internal SBY
Jakarta - Partai Demokrat (PD) menyelidiki bocornya isi pesan SMS pengarahan internal Ketum DPP PD SBY ke media massa. Komisi Pengawas (Komwas) PD diberi amanat untuk mengusut siapa yang membocorkan dan menyebarluaskannya.

"Sekarang Komisi Pengawas partai sedang investigasi kenapa sesuatu yang sifatnya rahasia bisa bocor ke publik," kata Jubir Dewan Pembina PD Dede Yusuf di arena Temu Kader PD di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (26/10/2013).

Dede meyakini SMS yang bocor itu sudah dimodifikasi. Dia menduga SMS yang dibocorkan sudah diedit oleh penyebarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena sudah bocor, maka otentifikasinya juga tidak terjamin apakah benar isi sms asli seperti itu atau sudah diedit oleh yang membocorkannya. Jadi mari kita tunggu hasil investigasi Komwas," ujarnya.

Mantan Wagub Jawa Barat ini mengatakan SMS dari SBY itu hanya untuk konsumsi internal. Tak selaiknya disampaikan ke media massa.

"Terkait SMS yang jadi polemik saat ini kita tidak perlu perdebatkan karena ini hanya konsumsi internal PD. Pak SBY sering berkirim SMS tentang berbagai hal, dan bahasanya biasanya tidak spesifik," tuturnya.

Sebelumnya beredar sms yang disebut-sebut berasal dari SBY untuk pengurus harian terbatas PD. Sms itu memuat 10 poin, yang di antaranya membahas soal ormas bentukan Anas Urbaningrum, Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI).

Berikut SMS yang beredar tersebut:

Dari: Ketum/Ketua MT PD
Kepada:
1. Kahar PD
2. Ketua Wanbin PD
3. Ketua Wanhor PD
4. Para Waketum PD
5. Sekjen PD
6. Ses MT PD
7. Bendum PD
8. DE PD
9. Ketua Fraksi PD DPR

Tembusan: Prof S. Boedisantoso

1. Sore ini, ketika saya baru saja sampai di Jakarta dari Kunker ke Jatim & DIY, saya dikejutkan oleh sebuah berita yang bombastis, provokatif & agitatif. Judul berita yg ada di sejumlah media berbunyi "Rezim SBY menggila". Diberitakan bahwa Prof Boedisantoso (BS) pendiri PD diculik oleh BIN (Badan Intelijen Negara), sehingga tidak bisa menghadiri acara PPI. Pihak Istana, begitu manuver politik itu, diminta untuk menjelaskan.

2. Sekitar 2 jam yang lalu saya mendapatkan laporan dari Ka BIN bahwa berita itu tidak benar. Bohong. Tidak ada yang disebut penculikan itu. Saya mendengar bahwa pernyataan diculiknya Pak Boedisantoso itu dari Anas & Pasek. Selanjutnya BIN akan memberikan pernyataan pers pada malam hari ini. Bahkan atas pencemaran nama baik BIN sebagai lembaga negara, BIN mempertimbangkan untuk mengadukan pencemaran nama baik itu ke pihak kepolisian. Saya juga marah terhadap fitnah keji itu, dan saya minta diusut secara tuntas. Jelaskan kepada rakyat apa yang sungguh terjadi. Negara kita negara hukum, bukan negara fitnah.

3. Sebagaimana saudara ketahui hubungan kita dengan Pak BS baik. Beliau saya angkat menjadi anggota Wantimpres selama 5 tahun. Pandangan-pandangannya juga jernih. Pak BS sangat peduli pada pluralisme & kerukunan sesama komponen bangsa. Pak BS adalah salah satu anggota Dewan Pembina PD, meskipun sekarang ini berada dlm status "non aktif" karena menjadi Komisaris di salah satu BUMN.

4. Jahat sekali. Luar biasa. Sebenarnya saya tidak ingin melihat ke belakang. Tetapi pihak Anas terus-menerus menyerang & menghantam saya & Partai Demokrat. Setelah hampir 3 tahun saya mengalah & diam, saatnya untuk saya hadapi tindakan yang telah melampaui batasnya itu. Partai Demokrat atas kerja keras kita baru saja mulai bangkit. Karena perilaku sejumlah kader, termasuk Anas, partai kita sempat melorot tajam & hancur. Kalau gerakan penghancuran Partai Demokrat & SBY terus mereka lancarkan, para kader seluruh Indonesia akan sangat dirugikan. Sebagai unsur pimpinan Partai kita harus menyelamatkan partai kita, termasuk nasib & masa depan jutaan kader & anggota PD di seluruh Indonesia.

5. Jika terbukti Pasek (yang masih anggota DPR dari FPD) menyebarkan berita bohong yang mencemarkan nama baik BIN, dan secara tidak langsung nama baik Presiden, saya kira Dewan Kehormatan harus mengambil sikap & mulai bekerja secara serius. Yang penting fakta, jangan fitnah. Kalau Pasek ternyata tidak mengeluarkan pernyataan yang bersifat fitnah itu, ya tidak boleh diberikan tindakan.

6. Selama ini saya tidak menanggapi serangan-serangan Anas terhadap saya. Mengapa? Saya malu jika harus meladeni. Yang jelek nama saya & PD sendiri. Lawan-lawan politik akan bertepuk tangan. Saya malah berpikir setelah tidak jadi Presiden akan saya hadapi secara serius. Atau biar lewat dulu Pileg 2014. Setelah itu akan saya hadapi benar-benar. Biasanya yang punya kekuasaan yang dzalim, sekarang yang didzalimi malah saya. Biar keadilan & kebenaran tegak. Kalau Anas tidak korupsi mengapa takut? Mengapa tidak berani membantah Nazarudin? Mengapa malah saya yang di-serang? Apa bisa Presiden melarang atau menyuruh KPK? Tak seorangpun yang bisa. Ingat. Anas tidak diberhentikan oleh PD, dia berhenti sendiri. Itupun partai yang kita dirikan dengan penuh perjuangan & pengorbanan ditinggal begitu saja. Tidak ada tanggung jawabnya. Tadinya saya tidak mau bicara seperti ini. Biar saya simpan saja dalam hati saya. Tetapi Anas amat ganas dalam menyerang & menghancurkan saya & partai kita. Bahkan secara terbuka mengatakan jangan harapakan PD akan bangkit & berhasil.

7. Menghadapi Pemilu 2014 kita harus kompak. Harus satu. Jika memang ada yang tidak setia & melawan partai kita, kita persilakan untuk meninggalkan partai ini. Bagi saya tidak mengapa, berapapun yang akan meninggalkan Partai Demokrat.

8. Saatnya kita tegas, berani & menegakkan kebenaran & keadilan . Untuk partai kita, untuk kehormatan kita dan untuk bangsa kita.

9. Jika saudara telah menerima SMS ini harap memberitahu ADC Presiden, agar saya tahu bahwa saudara telah membaca & mengindahkan isi SMS ini.

10. Terima kasih. Selamat berjuang. Tuhan beserta kita.

Jakarta, 19 Oktober 2013


(tor/lh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads