Demikian kata pengamat politik Sebastian Salang dalam diskusi bertajuk "Mencari Partai Bersih". Acara berlangsung di Cheese Cake Factory, Jakarta Pusat, Sabtu (26/10/2013).
"Ada banyak partai tujuannya untuk koreksi partai yang lama, cita-citanya pasti lebih luhur dari lama. Tapi persoalannya, yang baru tidak lebih bagus dari partai lama," ujar Sebastian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau ada kena KPK ya dianggap nggak bersih. Kalau mau bersih, harus dibuka akar masalah," jawab budawayan Ridwan Saidi dalam kesempatan sama.
Menurut politisi dari Partai Gerindra, Aryo Djojohadikusumo, akar permasalahan ada di dalam pemerintahan. Sistem pemerintahan yang kacau membuka peluang terjadinya korupsi baik oleh oknum pemerintahan maupun kader partai politik di belakangnya.
"Pemerintahan yang korup itu yang membuat partai di dalamnya berbuat demikian. Ini kekuatan kepemimpinan, harusnya pemerintah bersih yang buat partai di dalamnya ikut bersih," kata dia.
Hal yang sama juga diutarakan, Politisi Golkar Azis Syamsudin. Menurut Azis, untuk menciptakan partai bersih tidak hanya partai saja.
"Kalau roda sistem pemerintahan legislatif dan yudikatif transparan maka tidak akan susah menciptakan lingkungan bersih," ujar Azis.
(spt/lh)











































