Muhtar yang saat ini duduk sebagai panitera MK disebut-sebut sebagai tangan kanan Akil Mochtar. Bahkan beberapa uang suap ke Akil diduga lewat Muhtar sebagai pihak perantara. Namun, saat ditanyakan soal hal ini Muhtar mengelak.
"Kurang tahu saya soal itu," ujar Muhtar di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (25/10/2013).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Muhtar adalah orang yang sangat tahu soal penerimaan suap ke Akil.
Dalam suap terhadap Akil Mochtar, KPK memang telah menetapkan Akil sebagai tersangka untuk penerimaan suap terkait dua perkara Pilkada, yakni Pilkada Lebak dan Gunung Mas. Namun, KPK menduga kuat masih ada penerimaan lain yang diterima Akil dalam pengurusan beberapa perkara sengketa Pilkada.
(kha/)











































