Antrean penumpang memadati halte busway Kuningan Timur karena bus TransJ tak kunjung datang. Hal ini karena puluhan bus TransJ tertahan di daerah Ragunan.
Salah satu petugas TransJ bernama Yunito mengatakan belasan bus tak bisa melintas dari arah Ragunan menuju Dukuh Atas. "Lampu merah di Departemen Pertanian mati, jadi belum ada bus arah ke Dukuh Atas yang lewat, otomatis arah sebaliknya (dari dukuh atas ke Ragunan) enggak ada," jelas Yunito di halte busway Kuningan Timur, Jumat (25/10/2013).
Yunito menambahan, ada sekitar 15 bus yang tertahan di wilayah Departemen Pertanian. Sementara puluhan bus lain yang beroperasi di koridor 6 juga tak bisa mengangkut penumpang karena sedang mengisi bahan bakar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Yunito, tidak ada gangguan selama sehari ini. Gangguan tersebut baru muncul sejak pukul setengah tujuh malam. Hal itu, kata dia, akibat hujan deras di kawasan Jakarta Selatan.
"Ada pohon tumbang, lampu merahnya jadi mati," kilahnya. Penumpukan penumpang diakuinya baru terjadi, belum sampai sejam. Namun, banyak penumpang yang terlihat kesal.
Pantauan detikcom, pukul 19.10 WIB, antrean penumpang membludak memadati halte tersebut. Puluhan penumpang memutuskan batal mengantre dan memilih naik angkot. Raut wajah mereka lelah dan kesal. Sebagian besar pengguna bus TransJ yang sedang mengantre itu adalah para pekerja yang baru pulang dari kantor.
"Kenapa sih buswaynya lama? Selalu saja begini, saya sudah dari jam 6 nunggu," kata salah seorang penumpang wanita ketus.
Tak tahan menunggu lama sambil berdiri berdesakan, puluhan penumpang balik arah satu per satu. "Mau naik angkot ajalah enggak ada bus begini. Tapi sama saja, angkotnya juga pasti lama," kata Rini, salah satu penumpang.
(dha/)










































