Demokrat: Bagi Parpol, 1 Suara Sangat Penting!

DPT Bermasalah

Demokrat: Bagi Parpol, 1 Suara Sangat Penting!

- detikNews
Jumat, 25 Okt 2013 16:45 WIB
Demokrat: Bagi Parpol, 1 Suara Sangat Penting!
Jakarta - KPU mengakui adanya data pemilih bermasalah saat akan ditetapkan pada Rabu (23/10) lalu. Temuan adanya data bermasalah di hari penetapan itu seolah mengabaikan akurasi daftar pemilih, padahal 1 suara sangat berarti bagi partai politik.

"Undang-undang menjamin hak konstitusi, makanya KPU harus hormati. Satu suara sangat berharga bagi hak politik dan hak demokrasi warga negara Indonesia," kata wasekjen Partai Demokrat, Andi Nurpati kepada detikcom, Jumat (25/10/2013).

Menurut Andi yang juga hadir dalam pleno DPT pada Rabu (23/10) lalu, pengunduran DPT selama dua pekan disebabakan karena KPU mengakui ada masalah di DPT ditambah temuan data bermasalah dari Bawaslu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena itu Partai Demorkat meminta agar KPU serius selesaikan DPT yang akan ditetapkan. Tidak boleh memandang remeh bahwa jumlah (data bermasalah) tidak sampai 1 persen. Kalau pernyataan tersebut diteruskan maka sama saja mengecilkan hak konstitusi dan hak demokrasi," kritiknya.

"Bagi parpol 1 suara sangat penting dan berarti," tegas mantan komisioner KPU itu

Andi menuturkan, KPU dinilai punya sistem deteksi data ganda, maka seharusnya tidak ada lagi data ganda dalam DPT yang akan ditetapkan pada 4 November mendatang. "KPU harus konsen dan fokus untuk bereskan data (bermasalah) tersebut," ucapnya.

Sebelumnya, KPU mengakui ada banyak data bermasalah saat akan ditetapkan pada Rabu (23/10) lalu. Sekiranya jadi ditetapkan maka jumlah pemilih Pemilu 2014 adalah 186.354.513. Sayangnya banyak data bermasalah, diantaranya pemilih ganda sekitar 136.000.

"Saya tidak hafal angka (bermasalah) itu, tapi tidak banyak misal saya ambil contoh dari 186.354.513 yang ada di DPT yang belum ditetapkan, yang data nihil jenis kelamin ada 7.941, yang nihil status pernikahan ada 87.645, yang dulunya banyak sekali," kata komisioner KPU Hadar Nafis Gumay di kantornya siang tadi.

(/van)


Berita Terkait