Caleg Tak Cukup Hanya Muda, Harus Kreatif dan Punya Kontribusi

Caleg Tak Cukup Hanya Muda, Harus Kreatif dan Punya Kontribusi

- detikNews
Jumat, 25 Okt 2013 16:30 WIB
Caleg Tak Cukup Hanya Muda, Harus Kreatif dan Punya Kontribusi
Jakarta - Kaum muda selalu dianggap punya nilai lebih dalam banyak peran, sebut saja capres muda atau caleg muda. Namun, muda saja tidak cukup, perlu kontribusi nyata dan aksi kreatif. Sebut saja caleg muda yang ingin menjadi wakil rakyat.

"Caleg tidak cukup hanya muda, tapi harus ada pembeda dengan caleg tua atau sebut saja incumbent. Saat ini justru yang banyak bicara permasalahan justru caleg incumbent, ini tantangan caleg muda," kata pengamat Pemilu dari Sigma, Said Salahudin.

Hal itu disampaikan dalam diskusi 'Peran Caleg Muda dalam Menata Bangsa' di KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (25/10/2013). Hadir dalam kesempatan itu 4 caleg muda dari PDIP, NasDem, PAN, dan PKPI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Said, dalam konteks pencalegan atau kampanye, caleg muda terjebak dengan model kampanye kuno dengan berjibaku memasang atribut kampanye tanpa ada gagasan inovatif atau kontribusi awal di masyarakat.

"Harus ada bukti konkrit caleg muda bahwa sejak menjadi calon sudah berkontribusi. Mungkin caleg muda punya keterbatasan materi tidak seperti incumbent, tapi ada metode lain, yaitu fungsi advokasi," ujarnya.

Ia mencontohkan, jika di Dapil ada masalah dengan petani terkait penyerobotan lahan, maka bisa diadvokasi oleh si caleg dengan membantu petani. Contoh lain mengadvokasi masyarakat yang belum terdata sebagai pemilih.

"Tahun 2009 ada caleg muda di Lampung melakukan hal itu dan dia terpilih meski di DPRD. Saya lupa namanya, tapi saat itu saya ada di sana dan melihat langkah dia memobilisasi masyarakat terkait pencaplokan lahan sawit," paparnya.

"Hal ini yang membedakan caleg muda dan incumbent, yaitu punya kelebihan pada kreativitas. Kalau metode kampanye lama, itu (caleg incumbent) yang kuasai," kritik Said.

(/van)


Berita Terkait