Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Mulyono Prabowo menjelaskan, hujan deras disertai angin kencang muncul karena musim transisi dari kemarau ke hujan. Biasanya, dalam fase ini, pertumbuhan awan cenderung aktif dan sporadis.
"Efeknya akan terjadi hujan lebat meski durasinya pendek. Efek lainnya ada kecenderungan bisa disertai dengan angin kuat. Itu pun durasinya pendek," kata Mulyono saat berbincang dengan detikcom, Jumat (25/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena perbedaan suhu itu, mau nggak mau kena panas maka udara mengembang. Kalau mengembang dengan tekanan rendah, kecenderungannya kencang," terangnya.
"Ada daerah yang homogen, pemanasannya merata. Lalu ada yang sebelahnya tidak homogen. Nah, ada yang istilahnya daerah perbatasan itu, maka kecenderungan mudah terjadi angin kuat," paparnya lagi.
Mulyono memprediksi, fenomena ini akan terjadi hingga akhir bulan depan. Karena itu, masyarakat diimbau waspada, terutama bila cuaca panas saat pagi menjelang siang, namun terasa pengap.
"Itu kecenderungan siang sore akan masuk pertumbuhan awan aktif dan bisa mulai jadi hujan, lalu bisa jadi muncul angin," terangnya.
(mad/nwk)











































