Bos Topeng Monyet Raup Rp 10 Juta Per Bulan

Jokowi Berangus Topeng Monyet

Bos Topeng Monyet Raup Rp 10 Juta Per Bulan

- detikNews
Jumat, 25 Okt 2013 14:19 WIB
Bos Topeng Monyet Raup Rp 10 Juta Per Bulan
Seorang pawang memberi minuman ke monyet saat dilakukan razia, Selasa (22/10/2013). (Fotografer - Grandyos Zafna)
Jakarta - Ono Rastono, 36, dikenal sebagai salah satu bandar topeng monyet di Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur.

Ia tadinya memiliki 10 ekor monyet yang setiap hari disewakan untuk menggelar atraksi topeng monyet di jalanan. Namun setelah ada razia topeng monyet Senin lalu, sekarang monyet tinggal sembilan ekor. "Satu kena razia waktu anggota saya sedang main (pertunjukan topeng monyet)," kata Ono ketika ditemui detikcom, Kamis (25/10).

Ono mengaku tidak pernah ikut melakukan atraksi topeng monyet. Ia hanya menyewakan monyetnya. Tarifnya Rp 35 ribu per hari dengan rincian Rp 15 ribu untuk tarif satu ekor monyet dan Rp 20 ribu untuk tarif perangkat alat musik pengiring.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan demikian, pendapatan Ono mencapai Rp 350 ribu per hari melalui 10 ekor monyetnya. Dalam sebulan setidaknya ia mengantongi Rp 10 juta. "Sudah tiga hari gak saya sewakan karena banyak razia ini," ujar bapak dua anak ini.



Menurut Ono, monyet-monyetnya dirawat dengan baik dan diberi makan dengan berbagai jenis buah-buahan seperti pisang dan mangga. Bahkan sesekali apel yang menelan biaya sebesar Rp 30 ribu per hari untuk 10 ekor monyet.

Selain makanan rutin, Ono juga mengaku memeriksakan kesehatan monyet-monyetnya ke dokter hewan untuk suntik vaksin.

"Tiga bulan sekali suntik vaksin ke dokter hewan, setahun sekali suntik yang untuk rabiesnya. Kita rawat baik-baik," kata dia.

Pria yang telah 10 tahun menekuni bisnis topeng monyet ini berharapGubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dapat memberikan solusi yang bijak terhadap mereka yang menggantungkan hidup dari topeng monyet.

Ono mengaku belum tahu akan beralih ke pekerjaan apa ataupun jenis usaha apa jika semua monyetnya kelak semua disita Pemprov DKI. Apalagi, uang ganti rugi yang diberikan Dinas Sosial DKI saat anak buahnya tertangkap sebesar Rp 1 juta dinilai tidak sepadan dengan harga monyet yang ia beli.

"Maunya ya aman-aman aja, bisa atraksi lagi. Tapi, mohon ada solusi lah buat kita," ucapnya lirih.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Kelautan dan Pertanian DKI, Sri Hartati, menyatakan razia topeng monyet sudah pernah dilakukan sejak beberapa tahun silam. Namun, pihaknya kesulitan menertibkan keberadaan hewan penyebar rabies itu karena para pelaku topeng monyet main kucing-kucingan dengan petugas.

โ€œNamanya masyarakat kita, ada petugas dia pergi, kita pergi dia datang lagi. Sama halnya dengan penertiban lain," kata Sri kepada detikcom, Kamis (24/10).

Dia melanjutkan, "Dulu pernah dilakukan razia tapi memang tidak seintensif sekarang, karena Pak Jokowi ingin mulai 2014 Jakarta bebas topeng monyet."

(brn/brn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads