Unjuk rasa menentang kepemimpinan Ratu Atut Chosiyah sebagai Gubernur Banten masih saja terjadi. Kali ini sekelompok perempuan yang menamakan diri Gerakan Perempuan Banten menyerukan kecaman terhadap kinerja Pempov Banten.
"Atut tidak membuat kami bangga. Atut yang seharusnya mempunyai sifat keibuan, malah tega menelantarkan nasib rakyat Banten," seru Dania, salah seorang orator.
Dania dan teman-temannya memulai aksi dengan berjalan kali dari Universitas Tirtayasa (Untirta), Serang, menuju perempatan Ciceri. Setiba di lokasi mereka membuat lingkaran di titik pertemuan jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi ini kemudian diakhiri dengan long march kembali ke kampus Untirta dengan berjalan kaki.
(lh/lh)










































