"Ada kegandaan masih sekitar 136 ribu, sekarang sedang kami proses di seluruh daerah disebar. Awalnya (DPT ganda) diatas 2 juta," kata komisioner KPU Hadar Nafis Gumay, di kantornya, Jalan Imam Bonjol, Jakpus, Jumat (25/10/2013).
Menurutnya, sekiranya penetapan DPT tidak diundur dari jadwal tanggal 23 Oktober kemarin, maka jumlah yang akan ditetapkan sebanyak 186.354.513. Sayangnya, KPU sadar tidak hanya data ganda, data bermasalah lain juga masih banyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Upaya pembersihan data sudah sangat nyata dan mudah-mudahan sebelum tanggal 1 (November) semua sudah bersih," kata Hadar.
Ia menyatakan, pasca memutuskan memundurkan jadwal penetapan DPT, KPU langsung mengatur jadwal kerja KPU seluruh Indonesia di Kabupaten Kota untuk merapihkan kembali daftar pemilih sampai akhir Oktober.
"Tanggal 1 Oktober mereka akan kembali menetapkan berdasarkan perubahan yang ditemui. Ada kelompok data yang kurang informasinya seperti jenis kelamin, status perkawinan dan lain-lain, kemudian kelompok yang tidak lengkap NIK-nya," paparnya.
Untuk data pemilih yang NIK-nya tidak lengkap akan dibantu untuk dicarikan padanannya di DP4 dari Kemendagri yang menjadi sumber menetapkan DPT. "Yang tersisa sebetulnya tidak banyak tapi kami setuju harus dibersihkan sehingga DPT akurat," ucapnya.
"Mudah-mudahan akan tuntas jadi nol persen (data bermasalah) bila perlu. Setelah tanggal 1 ditetapkan di Kabupaten Kota, kemudian di provinsi tanggal 2 dan nasional ditetapkan tanggal 4 November," kata Hadar.
(/van)










































