Jendela ruang kelas hanya dipasangi dahan-dahan pohon. Dindingnya hanya terbuat dari geribik bambu.
Atap ruangannya juga dari anyaman daun kelapa kering. Bila hujan seringkali banyak titik bocor yang membuat suasana belajar sangat tidak nyaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga akhirnya perusahaan swasta nasional tergerak hatinya untuk membantu. Perusahaan tersebut mendirikan bangunan permanen untuk dijadikan perpustakaan.
"Kami buatkan bangunan perpustakaan beserta isinya untuk membantu anak-anak juga warga meningkatkan wawasannya. Nanti kalau kami ada dana lagi semoga bisa bikin ruang kelasnya dan anak-anak bisa belajar di perpustakaan dulu," ujar Ahmad Yokasono, Direktur CSR PT Lintas Teknologi Indonesia ketika meresmikan bangunan perpustakaan, Kamis (24/10/2013).
Selain buku pelajaran, perpustakaan ini juga dilengkapi berbagai buku mengenai berkebun, berternak, dan wirausaha lainnya.
Yoka juga memberikan 4 unit laptop, 1 buah printer, dan lengkap beserta perangkat koneksi internet.
Fathoni kontan menitikan air matanya. "Perasaan saya mengharu biru, senang sekali terima ini. Saya sendiri saja belum pernah punya laptop," ungkapnya sambil menyeka air mata.
(fdn/fdn)











































